Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SWF Indonesia Bisa Optimalisasi Aset BUMN

Rina Anggraeni , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2021 |13:48 WIB
SWF Indonesia Bisa Optimalisasi Aset BUMN
Rupiah (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Mansury menilai pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN. Sehingga nantinya, aset tersebut mampu mendatangkan dana ke dalam negeri.

"Pendirian SWF atau LPI untuk optimalisasi aset BUMN memastikan ke depan kita tidak hanya memanfaatkan resource di Indonesia untuk melakukan Investasi, kebutuhan bangun infrastruktur utamanya, tapi juga tarik dana dari luar untuk dioptimalkan pembangunan," ujar Pahala dalam video virtual, Kamis (21/1/2021)

 Baca juga: 3 Nama Dewan Pengawas Sovereign Wealth Fund Pilihan Jokowi

Kata dia pihaknya terus melakukan penyusunan rencana jangka panjang pengoptimalan kinerja BUMN. Di setiap klaster BUMN dibuat suatu pedoman agar dapat bekerja dengan maksimal.

"Di setiap klaster Kementerian BUMN kita susun rencana jangka panjang atau roadmap bagi masing masing kluster industri seperti di tempat saya di sektor kelistrikan migas pupuk, helath care, farmasi, perkebunan, perhutanan dan beberapa sektor lainnya," katanya.

 Baca juga: Jokowi Kaget Ada yang Mau Investasi di SWF USD20 Miliar

Dia menambahkan BUMN bisa melahirkan talenta baru. Lantaran, beberapa perusaaahaan BUMN juga bukan hanya diisi oleh pemimpin yang memiliki kinerja yang bagus dalam membangun BUMN lebih baik.

"Ada beberapa orang yang tadinya memang berasal dari BUMN tapi juga bisa mengundang talenta baru untuk masuk ke BUMN kita tingkatkan kinerja dan inject kapabilitas baru juga ke dalam BUMN," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement