Bos BKPM Sebut Ada 'Abu Nawas' yang Hambat Investasi RI

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 320 2348547 bos-bkpm-sebut-ada-abu-nawas-yang-hambat-investasi-ri-FjY8mUzTdj.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membongkar penyebab ekonomi Indonesia masih mandek atau belum bisa berkembang.

Kepala BKPM Bahlil Lahadia mengatakan ada sosok Abu Nawas dalam rantai investasi di Indonesia. Abu Nawas ini yang mengganggu investasi dengan pungutan liarnya (pungli).

 Baca juga: Duet Luhut dan Erick Thohir Bawa Oleh-Oleh Investasi dari Timur Tengah

" Biaya pungli, macam-macam lah. Bapak-bapak CEO ini pasti tahu. Dulu pengalaman saya masih jadi pengusaha, biaya Abu Nawas paling banyak ini. Akhirnya produk kita tidak kompetitif," ujar Bahlil dalam acara virtual, Kamis (21/1/2021).

Kata dia, biaya Abu Nawas itu yang membuat produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Lantaran, perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra dan terpaksa memberatkannya ke harga jual.

 Baca juga: Banyak Hantu Berdasi Ganggu Iklim Investasi

Terbukti dari rasio produktivitas atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih mencapai 6,6. Angka itu lebih tinggi dari negara tetangga seperti Malaysia 4,5, Filipina 3,7, Thailand 4,4 dan Vietnam 4,6. Semakin tinggi ICOR, maka artinya tingkat efisiensi semakin rendah.

"Nah biaya Abu Nawas ini hanya bisa diselesaikan dengan cara2 transparan. Makanya izin-izin sekarang tidak boleh lagi pakai manual, kita sudah berbasis semua elektronik, berbasis OSS dan transparan. Bagi pengusaha sebenarnya adalah aksesnya harus mudah, kemudian kecepatan, transparansi dan kalau bisa lebih murah, itu lebih paten lagi," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini