Anggaran PEN 2021 Bengkak Jadi Rp553 Triliun, BLT Bakal Diguyur Lebih Banyak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 320 2350984 anggaran-pen-2021-bengkak-jadi-rp553-triliun-blt-bakal-diguyur-lebih-banyak-rdfJ01Bswp.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini akan mencapai Rp553,09 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan jmlah tersebut hampir mendekati realisasi 2020 yang mencapai Rp579,8 triliun.

“Dalam rapat sidang kabinet lalu, paripurna, dan dalam rapat-rapat kami, Kementerian Keuangan sudah melakukan pendataan dan angka terkait alokasi pemulihan ekonomi 2021 ini besarnya Rp553 triliun,” kata Airlangga dalam video virtual, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN 2020 Cuma 83,4%, Sri Mulyani: Tak Selalu Mulus 

Rinciannya peningkatan alokasi anggaran PEN tersebut, dari yang sebelumnya Rp403,0 triliun, merupakan bentuk komitmen peemerintah, serta upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Termasuk anggaran bantuan sosial (bansos) dengan skema bantian langsung tunai

"Anggaran pos perlindungan sosial adalah sebesar Rp150,96 triliun, di antaranya untuk PKH 10 juta KPM, kartu sembako, Prakerja, BLT Dana Desa, bansos tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan diskon listrik," katanya.

Dia menambahkan tahun ini masih memerlukan dukungan untuk menyelesaikan pandemi yang sama seperti tahun lalu.

"Artinya pemerintah sudah melihat, pemulihan ekonomi di 2021 ini memerlukan support yang sama dengan tahun 2020. Karena dilihat pandemi sampai dengan kita menyelesaikan vaksinasi satu tahun maka sebelum capai herd immunity, maka beberapa sektor dengan enam tema terus harus didukung," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini