Share

14 Investasi Ilegal Diamankan, Ada Cryptocurrency dan Koperasi

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2352896 14-investasi-ilegal-diamankan-ada-cryptocurrency-dan-koperasi-Mx68GwvoIT.jpg Investasi Bodong (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 133 platform fintech peer to peer lending ilegal sejak Desember sampai awal Januari 2021. Satgas juga menemukan 14 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.

Detail kategori 14 entitas investasi ilegal yang ditindak pada awal tahun ini, di antaranya melakukan kegiatan perdagangan berjangka komoditi (PBK) tanpa izin, 3 cryptocurrency tanpa izin, 3 koperasi tanpa izin, 2 penjualan langsung tanpa izin dan 4 kegiatan lainnya.

Baca Juga: Binomo dan FBS Diblokir, Ini 148 Fintech Resmi Terdaftar di OJK

Dari upaya pencegahan dan patroli siber yang terus menerus dilakukan Satgas, angka temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini menurun dibanding sebelumnya.

"Tapi kewaspadaan masyarakat harus terus dijaga agar tidak menjadi korban dari fintech lending ilegal dan penawaran investasi yang tidak berizin ini,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing hari ini di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Startup Fintech Kian Banyak, OJK Siapkan Regulatory Sandbox

Menurut Tongam, sosialisasi mengenai bahaya fintech lending ilegal dan investasi ilegal ini harus terus disampaikan ke masyarakat, mengingat penawaran fintech lending ilegal dan investasi ilegal ini masih akan muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Penting untuk selalu diingatkan ke masyarakat bahwa sebelum memanfaatkan fintech lending dan mencoba berinvestasi harus pahami dua L. Yaitu Legal atau perusahaan itu harus punya izin dari otoritasnya dan Logis, yaitu penawaran keuntungan yang ditawarkan sesuai dengan keuntungan yang wajar,” kata Tongam.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan layanan fintech lending atau mengikuti ingin berinvestasi, atau juga jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Tongam mengatakan, pihak Satgas Waspada Investasi akan terus melakukan patrol siber rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan sejalan dengan masih banyaknya temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai saluran teknologi komunikasi di masyarakat.

Dari temuan tersebut, Satgas sudah mengirimkan informasinya kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku dan meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memblokir website dan aplikasi telepon seluler dari entitas-entitas tersebut.

Sejak tahun 2018 hingga Januari 2021, Satgas sudah menutup sebanyak 3.056 fintech lending ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini