Pengertian Utang Beserta Jenis-jenisnya

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 622 2353595 pengertian-utang-beserta-jenis-jenisnya-LCxDlu0V2X.jpg Mengenal Jenis Utang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Utang adalah hal yang lazim dan sering ditemui. Hampir seluruh perusahaan pasti memiliki akun utang pada laporan keuangannya. Utang berfungsi untuk mencukupi kebutuhan operasional atau sebagai modal investasi.

Mengutip buku berjudul From Debt to Millionaire oleh Ery prasetyawan, Sabtu (30/1/2021), definisi utang adalah suatu kegiatan atara dua pihak yang mana satu pihak berperan sebagai pemberi dan pihak lainnya berperan sebagai penerima utang,

Baca Juga: 4 Tips Aman Gadaikan Barang untuk Modal Usaha

Biasanya, pihak pemberi utang memiliki ketentuan untuk mengembalikan dalam jangka waktu yang telah disepakati. Selain itu, juga ada perjanjian pengembalian dengan atau tanpa imbalan seperti bunga atau komisi.

Bentuk transaksi utang biasanya bisa dilakukan dalam beberapa bentuk. Mulai dari uang tunai, kredit, atau barang.

Baca Juga: Mau Konsolidasi Utang, Begini Caranya

Terdapat berbagai jenis utang, dilihat dari berbagai faktor. Jika dilihat dari sifatnya, utang dibagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Utang formal

Utang formal adalah utang yang terselenggara dengan melibatkan institusi semacam bank, serta didasarkan pada kontrak atau perjanjian tertulis. Secara formal-institusional, pihak-pihak yang bertransaksi dalam utang semacam ini adalah bank dengan bank, atau bank dengan institusi selain bank, juga bank dengan individu, atau individu dengan individu.

Pihak pemberi utang disebut kreditur, sedangkan penerima tang disebut debitur. Dalam utang-utang formal, baik kedudukan, hak, dan kewajibawan antara kreditur dan debitur diatur dalam perjanjian tertulis.

2. Utang informal

Selain utang formal ada juga utang informal. Utang informal biasanya ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Berbeda dengan utang formal, utang informal biasanya tidak memiliki perjanjian tertulis. Selain itu juga tidak dikenakan bunga.

Karena tidak adanya perjanjian secara tertulis, utang informal kerap kali menimbulkan konflik. Tak jarang hubungan persaudaraan atau pertemanan harus terputus karena adanya konflik yang ditimbulkan oleh utang informal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini