JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm). Lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,45% (mtm).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok volatile food dan deflasi kelompok administered prices, sementara inflasi inti masih mencatat kenaikan.
Baca juga; Inflasi Januari 0,26%, Sri Mulyani Soroti Pasokan Gula hingga Daging Sapi
"Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat 1,55% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,68% (yoy)," kata Erwin di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%±1%.
Baca juga: Inflasi Januari 0,26%, Stok Pangan Perlu Disoroti
"Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%±1%," bebernya.
Inflasi inti Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dari inflasi bulan Desember 2020 sebesar 0,05% (mtm). Peningkatan inflasi inti secara bulanan ini disumbang terutama oleh komoditas nasi dengan lauk seiring dampak lanjutan inflasi kelompok volatile food.
Secara tahunan, inflasi inti sebesar 1,56% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi Desember 2020 sebesar 1,60% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan harga komoditas nonpangan dunia yang relatif stabil.