Kelompok volatile food inflasi 1,15% (mtm) pada Januari 2021, lebih rendah dari capaian pada Desember 2020 sebesar 2,17% (mtm). Tekanan inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, ikan segar, tempe, dan tahu mentah, seiring tertahannya pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan global. Peningkatan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas telur ayam ras dan bawang merah. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,82% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,62% (yoy).
Kelompok administered prices Januari 2021 deflasi sebesar 0,19% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,35% (mtm). Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh normalisasi penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara, pascalibur akhir tahun. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas rokok kretek filter seiring berlanjutnya transmisi kenaikan cukai tembakau dan inflasi tarif jalan tol seiring penyesuaian tarif di beberapa ruas tol.
"Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,34% (yoy), meningkat dari 0,25% (yoy) pada bulan sebelumnya," tandasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.