Share

Transaksi Pakai Dinar dan Dirham, Dipenjara 1 Tahun dan Denda Rp200 Juta

Reza Andrafirdaus, Okezone · Kamis 04 Februari 2021 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2355843 transaksi-pakai-dinar-dan-dirham-dipenjara-1-tahun-dan-denda-rp200-juta-KkxVDNwLAv.jpg Heboh Pasar Muamalah Depok. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pasar Muamalah di Kawasan Depok belakangan ini ramai diperbincangkan karena bertransaksi menggunakan dinar dan dirham.

Pendiri Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi pun kini dikabarkan ditangkap polisi, usai menggelar pasar Muamalah di daerah Beji, Depok, Jawa Barat.

"Iya benar," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rusdi.

Sebelumnya, keberadaan pasar muamalah ini menjadi viral. Hal ini lantaran ada yang mengaitkan keberadaannya dengan munculnya khilafah di Depok.

Seperti disampaikan dalam sebuah video yang diunggah youtube channel Kanal Anak Bangsa Tv. Rudi S Kamri mengatakan dari literasi yang dia dapat, di Kota Depok ada Pasar Muamalah dengan sistem khilafah.

“Saya buka-buka referensi, di Depok ini sudah 10 tahun ada Pasar Muamalah, transaksinya sistem khilafah,” kata Rudi.

Kalau ada transaksi menggunakan denominasi non-rupiah melanggar pasal 21 UU mata uang, dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 tahun dan pidana denda paling banyak Rp200 juta

Baca Selengkapnya: Heboh Pasar Muamalah Transaksi Dinar-Dirham, BI Larang dan Kini Pendirinya Ditangkap

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini