Share

Ekonomi Boleh Minus, tapi 7 Sektor Usaha Ini Tahan Banting Lawan Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2356976 ekonomi-boleh-minus-tapi-7-sektor-usaha-ini-tahan-banting-lawan-covid-19-zocn3aTy8q.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus sebesar 2,07%. Dengan ekonomi kuartal IV-2020 juga minus 2,19%.Meskipun banyak sektor usaha yang tertekan, masih banyak yang bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyebut, ada tujuh sektor usaha yang tumbuh positif sepanjang tahun lalu. Beberapa di antaranya bahkan tumbuh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

Suhariyanto mencontohkan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 11,6% lebih tinggi dibandingkan 2019 yang tumbuh 8,69%

"Peningkatan ini didorong oleh perubahan perilaku selama pandemi, kesadaran kesehatan, dan meningkatnya berbagai penjualan produk yang terkati kesehatan," katanya saat jumpa pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: Indonesia Masih Resesi, BPS: Hampir Semua Ekonomi Negara di Dunia

Selain itu, faktor pendorong lain untuk sektor tersebut yaitu pencairan insentif untuk tenaga kesehatan serta kenaikan pendapatan rumah sakit, klinik, dan laboratorium kesehatan.

Ketujuh sektor tersebut mampu tumbuh positif di tengah sektor lain yang terkontraksi. Sektor transportasi dan pergudangan misalnya, minus 15,04%. Sektor konstruksi juga negatif 3,26%.

Berikut tujuh sektor usaha yang tumbuh positif sepanjang tahun lalu berdasarkan data BPS:

1. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 11,60 persen, lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 8,69 persen

2. Informasi dan komunikasi tumbuh 10,58 persen, lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 9,42 persen

3. Pengadaan air tumbuh 4,94 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,83 persen

4. Jasa keuangan dan asuransi tumbuh 3,25 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,61 persen

5. Jasa pendidikan tumbuh 2,63 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,3 persen.

6. Real estat tumbuh 2,32 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 5,76 persen.

7. Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 1,75 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 3,61 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini