Indeks Dolar AS Melemah Usai Menguat 5 Hari Berturut

Sabtu 06 Februari 2021 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 320 2357481 indeks-dolar-as-melemah-usai-menguat-5-hari-berturut-cbTulwp7kQ.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

Selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah dua tahun dan 10 tahun, yang dipandang sebagai indikator ekspektasi ekonomi, melebar hingga 106 basis poin dan terbesar sejak Mei 2017.

Presiden AS Joe Biden mengutip laporan itu ketika ia dan sekutu Demokratnya mendorong langkah-langkah menuju paket bantuan COVID-19 senilai 1,9 miliar dolar AS, termasuk pemungutan suara di Senat dan satu lagi yang diharapkan di DPR. Langkah tersebut bertujuan untuk mengamankan pengeluaran sebelum tunjangan pengangguran khusus berakhir pada 15 Maret.

Harapan untuk lebih banyak stimulus juga mendorong saham global ke rekor baru pada Jumat (5/2/2021), seperti yang diukur oleh indeks MSCI yang melacak saham-saham seluruh dunia.

Minyak, juga, naik menuju 60 dolar AS per barel dan mencapai harga tertinggi dalam satu tahun karena prospek kebangkitan ekonomi dan pembatasan pasokan oleh produsen.

Stimulus agresif memicu ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dan menambah minat pasar terhadap data harga konsumen baru yang akan dirilis minggu depan, tulis analis di ING pada Jumat malam (5/2/2021). Dampak terhadap dolar bisa datang melalui apa yang dikatakan data harga tentang suku bunga setelah mengurangi inflasi, kata mereka.

Analis dan investor telah menimbang apakah penguatan dolar tahun ini merupakan reaksi sementara terhadap penurunan 7,0% pada tahun lalu atau pergeseran jangka panjang dari pesimisme dolar.

Indeks dolar masih naik 1,2% sepanjang tahun ini. Kenaikannya telah didukung oleh imbal hasil obligasi AS jangka panjang yang lebih tinggi, yang mendorong pedagang untuk memposisikan pengeluaran fiskal besar-besaran.

Mata uang kripto, bitcoin dan ether tampaknya mendapat manfaat dari jatuhnya dolar pada Jumat (5/2/2021), masing-masing naik 2,0% dan 7,0%.

Kontrak berjangka pada ether, juga dikenal sebagai ethereum, akan mulai diperdagangkan pada Minggu malam (7/2/2021) di bursa derivatif CME di mana bitcoin berjangka telah diperdagangkan sejak 2017.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini