Vaksin Merah Putih, Erick Thohir Ungkap Ada 2 Temuan Baru

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358361 vaksin-merah-putih-erick-thohir-ungkap-ada-2-temuan-baru-f6n8AkIO4h.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Vaksin Merah Putih tengah diteliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan enam universitas dalam negeri. Ada tanda-tanda dua temuan baru dalam proses pengembangan vaksin tersebut.

Meski demikian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kedua tanda temuan baru belum disampaikan secara terbuka. Erick menyebut, temuan akan disampaikan dan ditindaklanjuti pada akhir 2021.

"Alhamdulillah dari penjajakan atau kerjasama yang kami lakukan, ada tanda-tanda dua penemuan yang bisa dilakukan di akhir tahun ini," ujar Erick dalam peluncuran program plasma BUMN, Senin (8/2/2021).

Baca Juga: Bio Farma Segera Bereskan Produksi 13 Juta Vaksin Covid-19

Usai temuan dipublikasikan, Kementerian BUMN menargetkan uji klinis vaksin Merah Putih akan dilakukan di kuartal I-2022. Sementara pada kuartal III-2022 akan dilanjutkan uji klinis tahap terakhir.

Dengan begitu, pada akhir semester II-2022 ditargetkan vaksin Merah Putih sudah diproduksi oleh Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero).

"Sehingga nanti, daripada vaksinnya, sudah benar-benar kami terima di Bio Farma, di kuartal 1 tahun 2022, kita melakukan uji klinis, semoga saja nanti uji klinis yang terakhir di kuartal III tahun 2022, dan di kuartal IV 2022 kita sudah mempunyai vaksin merah putih sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, manajemen Bio Farma menargetkan vaksin Covid-19 merah putih diproduksi pada kuartal III 2021 mendatang. Target itu akan dilakukan jika bibit vaksin Merah Putih sudah diserahkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Baca Juga: Kemasan Vaksin Covid-19 Berbeda, Bio Farma: Tidak Mempengaruhi Kualitas

Rencananya, pada kuartal I 2021, Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin tersebut kepada Bio Farma. Saat ini, pengembangan vaksin Merah Putih sudah mencapai kemajuan 60 persen dari skala laboratorium.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, produksi vaksin Merah Putih selain mengupayakan menekan infeksi Covid-19, juga untuk menjaga kemandirian dan ketahanan kesehatan di Indonesia.

"Seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) tadi, rencana kalau dari Lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal III 2021 kita sudah bisa memproduksi vaksin Merah Putih ini sebagai bagian dari kemandirian kesehatan di Indonesia," ujar dia.

Pemerintah tengah berupaya agar ketergantungan bahan baku vaksin dan vaksin secara perlahan dikurangi. Di tengah pandemi Covid-19, ketergantungan impor bahan baku farmasi dan vaksin membuat Indonesia kesulitan menyediakan secara mandiri obat-obatan bagi masyarakat.

Honesti menyebut, untuk vaksin Sinovac saja, pihaknya belum bisa memproyeksikan akan bertahan berapa lama.

"Jadi seperti yang diinformasikan kemarin kita juga belum tahu vaksin ini akan bertahan berapa lama, sehingga kita membutuhkan ketahanan dalam negeri sehingga kita tidak bergantung lagi ke barang-barang impor, pengalaman kita selama pandemi ini kebergantungan yang sangat tinggi itu juga membuat kita susah untuk mendapatkan supply," kata dia.

Dengan demikian, produksi vaksin Merah Putih menjadi keharusan bagi pemerintah. Bio Farma pun optimistis adanya vaksin Merah Putih akan mampu menekan impor bahan baku vaksin di Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini