Share

Erajaya Swasembada Bakal Stok Split Saham Jadi Rp100

Rabu 10 Februari 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 278 2359719 erajaya-swasembada-bakal-stok-split-saham-jadi-rp100-Fr6dZp5Xde.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Mengaja pertumbuhan transaksi dan likuiditas harga saham di pasar modal serta menjangkau investor ritel, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana memecah harga nomimal saham (stock split) menjadi Rp100 per lembar dari Rp500 per lembar saham atau dengan rasio 1 banding 5. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Maka untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 3 Maret 2021. Untuk diketahui, jumlah modal disetor perseroan tercatat sebesar 3,2 miliar lembar saham. Dengan demikian, usai pelaksanaan stock split itu, jumlah modal disetor perseroan mencapai 16 miliar lembar saham. Hingga penutupan perdagangan Selasa (9/2) kemarin, ERAA naik 130 point atau 4,8% ke level 2.830 dengan nilai transaksi sebesar Rp91,4 miliar.

 Baca juga: Erajaya Swasembada Tebar Dividen Rp50/Saham

Tahun in, perseroan bakal membuka 200 gerai. Jika target itu tercapai, maka jumlah gerai gawai milik perseroan tumbuh 99% dibanding tahun 2020 yang tercatat 103 gerai baru. Direktur ERAA, Jeremy Sim pernah bilang, saat ini kondisi industri ritel gawai cenderung stabil ditandai dengan tidak terjadi lagi perang harga karena beberapa pemain ritel gawai nasional bertumbangan.”Melihat kondisi itu, kami melihat peluang pengembangan dan karena itu di tahun 2021, kami akan buka minimal 200 gerai,“ungkapnya mengutip Neraca.

Disampaikannya, rencana pembukaan gerai akan lebih banyak di pulau Jawa. Hal itu karena selama ini kontribusi penjualan dari pulau Jawa mencapai 60%. Sedangkan sumber dana pembukaan gerai tersebut, jelas Jeremy, berasal dari dana internal perseroan. Untuk diketahui, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi periode 30 September 2020 tercatat sebesar Rp1,22 triliun.

 Baca juga: Laba Erajaya Swasembada Meroket 209,1% Jadi Rp453,77 Miliar

Analis Trimegah Sekuritas, Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, pertumbuhan kinerja keuangan Erajaya tahun 2020 dan 2021 diperkirakan melampaui proyeksi semula. Sementara Sekretaris Perusahaan Erajaya Swasembada, Amelia Allen pernah bilang, pihaknya menyiapkan berbagai strategi di tengah pandemi Covid-19, seperti menggenjot penjualan melalui online.

Menurutnya, langkah ini dilakukan sejalan dengan permintaan produk perseroan yang tetap terjaga selama pandemi, terutama produk yang mendukung Work From Home (WFH).

“Strateginya yakni tetap berfokus kepada pengalaman pelanggan sesuai dengan protokol yang berlaku. Selain itu, kami lakukan promosi secara agresif melalui online exhibition dan memberikan layanan home delivery services langsung ke rumah pelanggan,” jelasnya.

Di kuartal tiga 2020, perseroan berhasil membukukan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp295,11 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp165,59 miliar. Sebaliknya, penjualan perseroan turun dari Rp23,61 triliun menjadi Rp23,17 triliun. Perseroan mengungkapkan, lonjakan laba bersih tersebut ditopang atas penurunan beban pokok penjualan dari Rp21,76 triliun menjadi Rp20,99 triliun. Penurunan tersebut membuat laba bruto meningkat dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp2,17 triliun hingga kuartal III-2020.

Penurunan beban pokok penjualan juga memicu peningkatan laba usaha perseroan dari Rp492,71 miliar menjadi Rp 585,31 miliar. Laba tersebut setelah dikurangi pajak tercatat meningkat menjadi Rp329,73 miliar hingga kuartal III-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp175,99 miliar. Dalam memacu pertumbuhan penjualan, perseroan menyiapkan berbagai strategi di tengah pandemi Covid-19, seperti menggenjot penjualan melalui online atau daring.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini