Lemhannas Sarankan Bentuk Otoritas Baru Bereskan Masalah Sawit

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 320 2359811 lemhannas-sarankan-bentuk-otoritas-baru-bereskan-masalah-sawit-mC4Etm0bdX.jpg Industri Kelapa Sawit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) meminta pemerintah membentuk badan otoritas sawit untuk lebih mengembangkan industri ke depan. Otoritas itu dapat dikembangkan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang telah ada.

"Jadi kami melihat ini perlu diperluas apakah itu membentuk badan tersendiri, atau memperluas jangkauan apa yang sudah dilakukan BPDPKS," ujar Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Reni Mayerni, dalam webinar nasional Strategi Penguatan Kebijakan Pengelolaan Sawit Secara Berkelanjutan, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Petani Dapat BLT Rp30 Juta untuk Peremajaan Sawit

Kemudian, lanjut Reni, otoritas baru ini akan menjadi wadah untuk menyelesaikan permasalahan tumpang tindih regulasi, termasuk antar Kementerian/Lembaga serta pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan permasalahan sawit.

"Apabila memang diperluas dari BPDPKS, maka badan tersebut ke depan tidak hanya untuk pengelolaan dana sawit. Tapi kewenangannya mengembangkan daya saing dan produktivitas sawit dari hulu ke hilir," ungkap dia.

Baca Juga: Strategi Ofensif RI Lawan Kampanye Hitam Sawit

Dia juga menambahkan pemerintah harus meningkatkan peran Badan usaha milik desa (Bumdes) dan koperasi dalam pengembangan produksi sawit dan turunannya. Hal ini untuk membuat industri lebih produktif dan berdaya saing.

"Kami juga mendorong terbentuknya klaster-klaster pengolahan produk turunan sawit," tuturnya.

Selain itu, pihaknya menekankan peran penting kebijakan dalam mendorong pengembangan industri pengolah sawit berskala kecil dan menengah.

"Maka itu dalam hal ini harmonisasi kebijakan antara lain UU Cipta Kerja, dan penyeimbangan industri sawit untuk kebutuhan pangan, energi, serta produk lainnya," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini