Jakarta hingga Semarang Banjir, Menteri Basuki: Manajemen Airnya Tidak Baik

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 320 2360430 jakarta-hingga-semarang-banjir-menteri-basuki-manajemen-airnya-tidak-baik-wI03z0jjQt.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut banjir yang terjadi di suatu tempat itu, tandanya ada manajemen pengairan yang tidak baik. Hal ini dikarenakan jumlah air selalu cukup.

Baca Juga: Banjir Kudus, 130 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Menurut dia, apabila ada kelebihan atau kekurangan air di suatu tempat, maka ada manajemen pengairan yang salah di sana.

"Maka itu, apabila ada kekeringan atau justru kebanjiran, pasti manajemen airnya ini ada yang tidak baik," ujar dia dalam webinar tentang pola konsumsi air bersih masyarakat di era Pandemi Covid-19, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Banjir di Kaligawe Semarang Masih Ada yang Setinggi 60 Cm

Dia menuturkan secara hidrologis bahkan dalam kitab suci agama islam yakni Al-Quran jumlah air itu tetap, tidak lebih ataupun kurang.

"Jadi air ini, kalau hidrologis, umumnya dalilnya air itu tetap. Di dalam Al-Quran pun disampaikan, yaitu aku turunkan air dalam jumlah yang tepat," ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, apabila ada kelebihan ataupun kekurangan air di suatu tempat artinya ada manajemen air yang keliru. "Apabila ada kekurangan atau kelebihan, ya berarti ada manajemen yang keliru. Pasalnya Allah saja bilang saya berikan air dengan jumlah yang cukup," jelasnya.

Dia juga menambahkan apabila ada kualitas air yang jelek pun artinya ada masalah pada manajemennya.

"Kita ketahui ada juga air dengan kualitasnya kurang baik. Tidak benar kualitasnya, jelek. Maka itu manajemennya juga perlu diperbaiki," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini