5 Fakta Investigasi Pesawat Sriwijaya Air, Detik-Detik Sebelum Jatuh

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 320 2361443 5-fakta-investigasi-pesawat-sriwijaya-air-detik-detik-sebelum-jatuh-iygcEiGSTw.jpg Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan laporan awal dari penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Dalam laporan tersebut, KNKT memaparkan detik-detik sebelum jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.

Berikut investigasi terbaru jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang telah dirangkum oleh Okezone, Minggu (14/2/2021):

1. Pesawat Sriwijaya Air Berangkat Pukul 14.36 WIB

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, pada tanggal 9 Januari 2021, pesawat udara Boeing 737-500 registrasi PK-CLC, diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan membawa 56 penumpang. Pada pukul 14.36 WIB, pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta di landasan pacu 25R.

Setelah tinggal landas, pesawat terbang mengikuti jalur keberangkatan yang sudah ditentukan sebelumnya (ABASA 2D). Kemudian Flight Data Recorder (FDR) merekam sistem autopilot aktif (engage) di ketinggian 1.980 kaki.

Baca Juga: Sriwijaya Air SJ-182 Sempat 2 Kali Rusak dan Masuk Bengkel Sebelum Jatuh

"Setelah tinggal landas mengikuti jalur keberangkatan. Kemudian FDR mencatat FDR si ketinggian 1.980 kaki," ujarnya dalam acara konferensi pers secara virtual, Rabu.

2. Pilot Sriwijaya Minta Berbelok Arah

Pada saat melewati ketinggian 8.150 kaki, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur (tenaga berkurang) sedangkan yang kanan tetap. Kemudian pada pukul 14.38 WIB, karena kondisi cuaca, pilot meminta kepada pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk berbelok ke arah 075 derajat dan diizinkan.

Baca Juga: KNKT Terus Cari CVR SJ-182, Sampai Pakai Alat Peniup Lumpur

"Pada ketinggian 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur, kata Nurcahyo. Tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang, sedangkan mesin sebelah kanan tetap," jelasnya.

3. ATC Minta Pilot Sriwijaya Air Berhenti Naik

Kemudian ATC memperkirakan perubahan arah tersebut akan membuat SJ-182 berpapasan dengan pesawat lain yang berangkat dari Landas Pacu 25L dengan tujuan yang sama. Oleh karena itu ATC meminta pilot untuk berhenti naik di ketinggian 11.000 kaki.

Pukul 14.39.47 WIB, ketika melewati 10.600 kaki dengan arah pesawat berada di 046 derajat, pesawat mulai berbelok ke kiri. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali bergerak mundur sedangkan yang kanan masih tetap.

4. FDR Rekam Tertinggi Pesawat Sriwijaya yakni 10.900 Kaki

ATC memberi instruksi untuk naik ke ketinggian 13.000 kaki dan dijawab oleh pilot pukul 14.39.59 WIB. Ini adalah komunikasi terakhir dari SJ-182 pada pukul 14.40.05 WIB, FDR merekam ketinggian tertinggi pesawat Sriwijaya yaitu 10.900 kaki.

"Ini adalah komunikasi terakhir yang terekam di rekaman komunikasi pilot di ATC Bandara Soekarno Hatta," ucapnya.

5. Pesawat Sriwijaya Mulai Turun

Kemudian Pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif (disengage) ketika arah pesawat di 016 derajat, sikap pesawat posisi naik (pitch up), dan pesawat miring ke kiri (roll). Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap.

Pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down). Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data.

"Sekitar 20 detik kemudian FDR berhenti merekam data," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini