Erick Thohir 'Cium' Bau Suap, 12 Pesawat Bombardier Dikembalikan

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 320 2361851 erick-thohir-cium-bau-suap-12-pesawat-bombardier-dikembalikan-WY27HCLhW5.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia serta penyelidikan Serious Fraud Office Inggris memutuskan adanya dugaan pelanggaran pidana terhadap pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 pada tahun 2011 lalu.

Mencium adanya praktek kotor dalam pengadaannya membuat Menteri BUMN Erick Thohir bersikap tegas, yaitu menyetop kontraknya. Erick Thohir mengumumkan langkah tegas pengembalian 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 untuk mengakhiri kontrak operating lease dengan Nordic Aviation Capital atau NAC yang jatuh tempo tahun 2027.

"Keputusan ini juga mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik," kata Erick di Jakarta.

Erick Thohir menyebut, manajemen Garuda Indonesia terus berupaya menyelesaikan kontrak dengan NAC yang nantinya berakhir pada 2027.

Bahkan, dalam prosesnya pihak NAC belum memberikan sikap respons terhadap upaya tersebut.

Erick mengatakan, pengembalian 12 pesawat Bombardier sebagai langkah efisiensi keuangan penerbangan nasional pelat merah tetsebut di tengah pandemi Covid-19. Pengembalian pesawat tersebut dilakukan per 1 Februari 2021 lalu

"Saya dengan tegas dan Pak Irfan (Dirut Garuda) hadir di sini dan manajemen sangat mendukung kita memutuskan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. untuk mengakhiri kontrak dengan Nordic," ujar Erick dalam konferensi pers virtual.

Ternyata banyak pesawat Garuda Indonesia yang nganggur tak terpakai akibat pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Baca selengkapnya: Erick Thohir Kembalikan 12 Pesawat Bombardier karena Berbau Suap, Cek 9 Faktanya

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini