Share

Vaksinasi Covid-19 Tahap II, Bio Farma Distribusikan 7,5 Juta Dosis

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 16 Februari 2021 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2362957 vaksinasi-covid-19-tahap-ii-bio-farma-distribusikan-7-5-juta-dosis-DhTU2j9gpS.jpg Vaksin (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) akan melakukan distribusi 7,5 juta vaksin Covid-19. Distribusi dilakukan pada Februari 2021.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut, distribusi 7,5 juta vaksin tersebut digunakan untuk program vaksinasi nasional tahap kedua.

Baca juga: Wapres: Vaksinasi Harus Berhasil dan Tak Boleh Gagal

"Target kita sesuai dengan Kementerian Kesehatan, kita dengan Kemenkes untuk Februari ini (2021) akan ada 7,5 juta dosis akan didistribusikan untuk dilakukan program vaksinasi kepada masyarakat," ujar Hinesti dalam konferensi pers virtual Selasa (16/2/2021).

Untuk mencegah adanya pemalsuan vaksin Covid-19 asal Sinova, China, Bio Farma melengkapi vaksin Covid-19 yang sudah diproduksi dengan barcode dua dimensi (D2). Hal itu menunjukan identitas masing-masing vial yang berfungsi untuk melakukan tracing.

 Baca juga: Sah, BPOM Terbitkan Izin Darurat 13 Juta Vaksin Covid-19 Bio Farma

Vaksin yang sudah produksi diberi nama vaksin Covid-19 dengan nomor EUA 2102907543A1. Vaksin ini mempunyai bentuk sediaan vial 5 ml berisi 10 dosis vaksin per vial, yang merupakan vaksin dari virus yang diinaktivasi. Vaksin ini dikemas dalam dus berisi 10 vial stabil dan disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius.

"Setiap vial dilengkapi dengan 2 dimensi barcode yang menunjukan identitas masing-masing vial yang berfungsi untuk melakukan tracing dan mencegah vaksin pemalsuan," ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam kesempatan yang sama.

Sebelum produksi dan siap digunakan untuk vaksinasi nasional tahap dua, BPOM sudah melakukan pengujian untuk kelulusan, Lot Release, lalu dilakukan untuk menguji aspek mutunya. sampai dengan 15 Februari 2021, BPOM telah menerbitkan sertifikat Lot Release untuk 5 batch masing-masing kurang lebih 1 juta dosis.

"Dengan diberikan kelulusan produk ini, maka vaksin tersebut telah siap digunakan dalam program vaksinasi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini