Dewji, Pria 45 Tahun yang Pernah Diculik Kini Miliki Kekayaan Rp22,4 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 455 2363031 dewji-pria-45-tahun-yang-pernah-diculik-kini-miliki-kekayaan-rp22-4-triliun-KQXgXGKsJ4.png Dewji, Miliarder yang Pernah Diculik 9 Hari (Foto: Forbes)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak membuat orang-orang kaya di Afrika merasakan sebuah krisis ekonomi.

Dilansir dari Forbes, Rabu (17/2/2021), sebanyak 18 miliarder di sana memiliki kekayaan dengan rata-rata sebesar USD4,1 miliar. Jumlah kekayaan tersebut menandakan adanya kenaikan sebesar 12% bila dibandingkan 2019.

Forbes juga mencatat sejumlah orang dengan usia muda yang hartanya tercatat sebagai orang terkaya. Berikut 5 daftar orang terkaya termuda di Afrika:

1. Mohammed Dewji

Lelaki berumur 45 tahun itu menempati orang terkaya ke-13 di Afrika. Dia memiliki kekayaan bersih USD1,6 miliar atau setara Rp22,4 triliun (mengacu kurs Rp`14.000 per USD).

Baca Juga: Wanita Ini Jadi Miliarder Termuda di Dunia Berkat Aplikasi Kencan 

Mohammed Dewji adalah CEO METL, konglomerat Tanzania yang didirikan oleh ayahnya pada tahun 1970-an.

METL aktif dalam manufaktur tekstil, penggilingan tepung, minuman dan minyak nabati di Afrika bagian timur, selatan dan tengah.

METL beroperasi di setidaknya enam negara Afrika dan memiliki ambisi untuk berkembang ke beberapa negara lain.

Baca Juga: Pria 88 Tahun Miliki Kekayaan Rp18,2 Triliun, Ini Daftar Orang Terkaya Tertua 

Dewji, satu-satunya miliarder Tanzania, yang menandatangani Giving Pledge pada tahun 2016, berjanji untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaannya untuk tujuan filantropi.

Dewji pernah dilaporkan diculik dengan todongan senjata di Dar es Salaam, Tanzania pada Oktober 2018 dan dibebaskan setelah sembilan hari.

2. Patrice Motsepe

Patrice Motsepe adalah founder and CEO African Rainbow Minerals. Dia pertama menjadi miliarder pada tahun 2008. Kini, lelaki berumur 59 tahun itu hartanya ditaksir sebanyak USD3 miliar atau setara Rp42 triliun.

Pada 2016, ia meluncurkan firma ekuitas swasta baru, African Rainbow Capital, yang berfokus pada investasi di Afrika.

Motsepe juga memiliki saham di Sanlam, sebuah perusahaan jasa keuangan yang terdaftar, dan merupakan presiden dan pemilik Klub Sepak Bola Mamelodi Sundowns.

Pada tahun 1994, ia menjadi mitra kulit hitam pertama di firma hukum Bowman Gilfillan di Johannesburg, dan kemudian memulai bisnis kontrak jasa pertambangan.

Pada tahun 1997, dia membeli poros tambang emas yang berproduksi rendah dan kemudian mengubahnya menjadi menguntungkan.

3. Yasseen Mansour

Yaseen Mansour merupakan miliarder ke-18 di Afrika. Kini, usianya berumur 59 tahun. Dia memiliki kekayaan sebesar USD1,1 miliar atau setara Rp15,4 triliun.

Yasseen Mansour adalah pemegang saham di konglomerat milik keluarga Mansour Group, yang didirikan oleh ayahnya Loutfy (wafat tahun 1976) pada tahun 1952.

Mansour Group adalah distributor eksklusif kendaraan GM dan perlengkapan Caterpillar di Mesir dan beberapa negara lain.

Saudara laki-lakinya Mohamed dan Youssef juga adalah miliarder dan pemilik sebagian Mansour Group.

Dia adalah ketua Pengembangan Palm Hills, salah satu pengembang real estate terbesar di Mesir.

4. Nassef Sawiris

Pria berumur 60 tahun ini merupakan orang terkaya ke-2 di Afrika. Dia adalah seorang investor dan keturunan dari keluarga terkaya Mesir.

Asetnya yang paling berharga adalah hampir 6% saham pembuat pakaian olahraga Adidas. Dia tercatat sebagai orang terkaya kedua dengan harta sebanyak USD8,5 miliar atau Rp119 triliun (mengacu kurs 14.000 per USD).

Pada Desember 2020, ia mengakuisisi 5% saham di perusahaan yang terdaftar di New York, Madison Square Garden Sports, pemilik NBA Knicks, dan tim NHL Rangers.

Dia menjalankan OCI, salah satu produsen pupuk nitrogen terbesar di dunia, dengan pabrik di Texas dan Iowa; itu diperdagangkan di bursa Euronext Amsterdam.

Orascom Construction, sebuah perusahaan teknik dan bangunan, berdagang di bursa Kairo dan Nasdaq Dubai. Kepemilikannya termasuk saham di raksasa semen Lafarge Holcim dan Adidas; dia menjabat sebagai dewan pengawas Adidas.

5. Abdulsamad Rabiu

Miliarder yang paling sukses di 2020 adalah seorang taipan semen asal Nigeria lainnya, yakni Abdulsamad Rabiu. Saat ini usianya telah menginjak umur 60 tahun.

Saham perusahaan yang dia miliki, yaitu BUA Cement PLC tercatat nilainya naik berlipat ganda pada Januari 2020 lalu.

Hal itu mendorong kekayaan Rabiu naik luar biasa 77%, menjadi USD5,5 miliar atau setara Rp77 triliun. Dengan kekayaan itu dia tercatat menduduki orang terkaya ke-6 di Afrika.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Rabiu dan putranya bersama-sama memiliki sekitar 97% dari perusahaan, memberikan perusahaan keuntungan publik kecil.

Bursa Efek Nigeria mensyaratkan 20% atau lebih saham perusahaan untuk diapungkan ke publik, atau saham yang diapungkan bernilai setidaknya 20 miliar naira sekitar USD50 juta jumlah yang tidak seberapa.

Seorang juru bicara Bursa Efek Nigeria mengatakan kepada Forbes bahwa BUA Cement memenuhi persyaratan kedua. (Forbes mendiskontokan nilai saham ketika float publik suatu perusahaan kurang dari 5%). (dni)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini