Cara Jokowi Bangun Indonesia Tanpa Utang, Bisa?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 320 2364129 cara-jokowi-bangun-indonesia-tanpa-utang-bisa-VcxU0sJFcU.jpg RI Tak Bisa Andalkan APBN dan Utang untuk Pembangunan Infrastruktur. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau utang.

Untuk itu, kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) adalah mencari investasi berupa modal, bukan dana pinjaman atau utang.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.807 Triliun, BI: Masih Sehat

"Jadi sovereign wealth fund, otoritas Investasi Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah agar kami dapat menarik lebih banyak modal dari swasta asing untuk bermitra dengan kami dalam ekuitas farmasi. Karena Indonesia tidak bisa terus-menerus membangun dan mengembangkan dirinya hanya melalui pembiayaan yang berasal dari leverage atau utang," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/2/2021).

Lanjutnya kehadiran LPI ini merupakan tugas yang penting dalam membangun ekonomi Indonesia berkelanjutan.

Baca Juga: Ketika Susi Pudjiastuti Ngetwit soal Utang RI, Stafsus Sri Mulyani Tak Tinggal Diam

"Sungguh mengasyikkan, namun tentunya juga merupakan tugas yang sangat menantang, namun kami optimis dapat membangun lembaga ini, dan menjadi instrumen untuk membantu Indonesia terus berkembang. Namun dengan cara yang lebih berkelanjutan secara finansial," imbuhnya.

Dia menambahkan kehadiran LPI akan memberi lebih banyak modal lagi untuk pembangunan yang dibutuhkan Indonesia. Modal tersebut berasal dari investor yang dalam hal ini merupakan mitra, bukan pemberi pinjaman.

"Kami punya pengalaman misalnya dengan menerbitkan divestasi melalui IPO, itu masih sangat terbatas. Jadi sovereign wealth fund, merupakan salah satu upaya pemerintah agar kami dapat menarik lebih banyak modal dari swasta asing untuk bermitra dengan kami," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini