DP KPR 0% Jadi Angin Segar bagi Emiten Properti

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 278 2365113 dp-kpr-0-jadi-angin-segar-bagi-emiten-properti-ACuECKgKJ3.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis sejumlah kebijakan relaksasi untuk mendorong kredit di sejumlah sektor mulai dari kendaraan hingga properti. Adapun relaksasi tersebut nantinya akan berlaku sejak tanggal 1 Maret 2021.

Adapun salah satu relaksasi yang diberikan terhadap sektor properti, di mana terdapat kebijakan kredit beragun rumah tinggal. Kebijakan tersebut dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan relaksasi prudensial yang telah dikeluarkan pada tahun 2018 yang belum secara optimal diterapkan untuk mendukung program sejuta rumah.

Baca Juga: Tidak Semua Bank Bisa Kasih KPR DP 0% 

Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio menyebut, dengan adanya relaksasi sektor properti akan membantu sektor tersebut yang dalam beberapa tahun ini cenderung agak lesu

"Dengan adanya sentimen seperti ini bisa menjadi sentimen yang positif untuk sektor properti. Dari sisi perumahan yang menengah ke bawah masih cukup laku. Nah, dengan demikian kalau seandainya ada relaksasi harusnya yang paling kuat membantu untuk meningkatkan penjualan mereka," ujar Parningotan dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Jumat (19/2/2021).

Dengan adanya relaksasi tersebut turut mempengaruhi pergerakan saham sektor properti hari ini, seperti saham Ciputra Development (CTRA) naik 4,91% dan Summarecon Agung (SMRA) naik 5,75%.

Namun, Parningotan menyebut sebaiknya investor perlu menunggu penjualan sektor properti terlebih dahulu sebelum para investor membeli saham-saham sektor properti.

"Harusnya sih perlu untuk menunggu dari penjualannya seiring dengan relaksasi atau stimulus ini, namun secara umum harusnya untuk kelas yang lumayan menengah ke bawah yang bukan premium harusnya ini menjadi sentimen positif, apalagi kalau kita lihat sekarang kebanyakan proyeknya ke situ," ucapnya.

Adapun kebijakan terkait bobot risiko ATMR kredit beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio Loan to Value (LTV). Berikut rinciannya:

Uang Muka 0-30% (LTV ≥70%): ATMR 35%.

Uang Muka 30-50% (LTV 50-70%): ATMR 25%.

Uang Muka ≥ 50% (LTV ≤ 50%): ATMR 20%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini