Banjir Jakarta Bikin Mal Terendam, Pengusaha Ritel Rugi Ratusan Juta Rupiah

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 21 Februari 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365621 banjir-jakarta-bikin-mal-terendam-pengusaha-ritel-rugi-ratusan-juta-rupiah-rvI8CdnIy1.jpg Banjir di Kemang (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mengkonsolidasi berapa banyak toko yang tutup akibat banjir.

Dia menyebutkan bahwa tidak peduli di daerah manapun, bencana seperti banjir pasti memberikan dampak kerugian terhadap peritel.

"Karena kita tidak ada yang mau banjir itu datang, tapi penanggulangan banjir menjadi hal yang penting dan signifikan supaya tidak berulang," ujar Roy kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu(21/2/2021).

Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Jakarta Masih Terendam Banjir Pagi Ini, Berikut Daftarnya 

Akibat banjir ini, banyak pengusaha ritel yang terpaksa menutup tokonya. Penutupan ini bukan karena tidak mau melayani pelanggan, tetapi karena jalan akses sudah dibanjiri dan air pun masuk ke toko.

"Barusan saya dapat info di Kemang, bahkan di Kemang Raya ada pusat perbelanjaan yang malnya kemasukan air, dan akhirnya anggota kita berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan dan mengeluarkan airnya," tambah Roy.

Dia mengatakan bahwa estimasi kerugian selama dua hari terakhir terbagi menjadi dua. Pertama kerugian karena toko tutup sehingga tidak terjadi transaksi, dan juga karena ada barang dan produk yang rusak.

"Jumlah pastinya saya belum dapat datanya, tapi bisa dikatakan sampai ratusan juta karena kerugiannya akibat dua hal tadi, masyarakat menunda belanjanya dan ada produk dan barang yang rusak," jelas Roy.

Baca Juga:  Ini Langkah BNPB Bantu Penanganan Darurat Banjir Jakarta dan Sekitarnya

Aprindo berharap ada dirigenisasi penanggulangan banjir. Adanya dirigenisasi ini dinilainya lebih efektif komandonya hanya dari satu dirigen atau pemimpin saja dalam penanggulangan sehingga tidak terjadi multitafsir.

"Diperlukan skala prioritas, karena kalau banjir terjadi baru rame-rame mikir, kalau musim kering tidak ada yang mikirin. Kita prihatin saja bahwa musibah banjir ini seharusnya dan sebaiknya ditanggulangi dengan lebih baik dan serius," pungkas Roy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini