Wall Street Bervariasi meski Saham Teknologi Kembali Menguat

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 07:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 278 2369231 wall-street-bervariasi-meski-saham-teknologi-kembali-menguat-qaNGCXHSFy.jpg Wall Street (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat waktu setempat. Dow Jones dan S&P 500 melemah, sedangkan Indeks Nasdaq balik menguat setelah menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir karena kekhawatiran kenaikan inflasi membuat imbal hasil obligasi AS mendekati level tertinggi dalam satu tahun.

Dow Jones Industrial Average ditutup 469,64 poin lebih rendah atau 1,5% menjadi 30.932,37. S&P 500 kehilangan 18,19 poin atau 0,48% menjadi 3.811,15 dan Nasdaq Composite bertambah 72,91 poin atau 0,56% menjadi 13.192,34.

Baca Juga: Wall Street Jatuh Akibat Saham Amazon hingga Apple

S&P 500 berakhir sedikit berubah, sementara indeks Dow ditutup lebih rendah setelah sebelumnya turun ke level terendah dalam tiga minggu. Meski demikian, Dow masih membukukan keuntungan hampir 4% selama bulan Februari, karena investor membeli perusahaan siklikal yang mendapatkan keuntungan dari pembukaan kembali ekonomi.

Sementara Indeks Nasdaq yang sempat berada di level terendah sejak Oktober 2020, mengakhiri bulan ini dengan total kenaikan 1% lebih tinggi. Sedangkan Indeks S&P 500 membukukan kenaikan bulanan sekitar 2,6%. Demikian dilansir dari Reuters, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Kebijakan The Fed terkait Inflasi

Saham Apple Inc, Amazon, Microsoft Corp dan Alphabet Inc naik antara 0,2% sampai 1,4% pada perdagangan Jumat. Namun secara mingguan berada pada level terburuk dalam beberapa bulan karena kenaikan tajam dalam imbal hasil Treasury AS.

Seperti diketahui, imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,404% setelah melonjak 1,614% pada perdagangan Kamis. Hal tersebut pun mengguncang pasar terutama saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan imbal hasil karena nilainya sangat bergantung pada pendapatan masa depan.

Saham keuangan dan energi di sektor S&P menjadi yang terbaik selama perdagangan bulan ini, meski pada perdagangan Jumat turun 2% dan 2,3%. Saham teknologi naik 0,6% dan saham semikonduktor naik 2,3%.

Sementara itu, lonjakan saham GameStop Corp gagal dan membuat saham pengecer video game turun 6,4%. Kemudian, salesforce Inc turun 6,3% karena perusahaan perangkat lunak online memperkirakan laba setahun penuh di bawah ekspektasi pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini