Perbankan Diminta Terapkan Sistem Resi Gudang

Ferdi Rantung, Jurnalis · Minggu 28 Februari 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 320 2369685 perbankan-diminta-terapkan-sistem-resi-gudang-Mvtkdau9NZ.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Pembiayaan adalah salah satu tantangan semua sektor di Indonesia, tak terkecuali Sistem Resi Gudang atau SRG. Kemendag telah membangun hampir 200 SRG yang diharapkan mampu menjadi penyangga ketersediaan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan penting maupun strategis lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga beberapa waktu terakhir menghubungi sektor perbankan agar bisa berkolaborasi mengembangkan (SRG).

 Baca juga: Kinerja Perbankan Mengalami Kontraksi di 2020, Efek Restrukturisasi?

Menurut Jerry, bidang bisnis BRI sangat berkaitan erat dengan SRG, khususnya di sektor pertanian, peternakan dan kegiatan ekonomi rakyat lainnya.

“Tentu tidak membatasi hanya BRI saja, semua bank yang berminat tentu akan diterima. Tetapi BRI memang sudah lama terjun dalam pembiayaan ekonomi rakyat dan UMKM. SRG ini banyak bersentuhan dengan bidang bisnis BRI, jadi akan sangat baik kalau kita berkolaborasi.” Kata Jerry di Jakarta, Minggu (28/2/2021)

 Baca juga: Dirut BSI Sebut Ekonomi RI Masih Bergantung pada Manusia, Maksudnya?

SRG memang banyak bersentuhan dengan ekonomi kerakyatan. Dalam fungsinya sebagai penyokong ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga, SRG menggarap beberapa komoditas penting seperti bawang merah, cabai, beras, daging ayam, dan lain-lain.

Fungsinya menggantikan peran tengkulak. Dari produsen misalnya petani atau peternak, bahan pokok dibeli oleh pengelola SRG dengan harga yang baik. SRG mengelola sistem logistik bahan pokok itu agar harganya tidak jatuh saat panen raya dan naik tinggi saat sedang musim tanam.

“Jadi SRG ini fungsinya sangat penting di semua layer. Bagi produsen, ini bisa membantu mereka mendapatkan harga yang wajar, tidak fluktuatif dan tidak dipermainkan oleh tengkulak. Dari mata rantai pasokan ini menjamin ketersediaan barang dan keterjangkauan harga. Bagi ekonomi nasional fungsinya lebih banyak lagi.” tambahnya

Mengingat pentingnya fungsi SRG itu, kemendag berupaya agar semua SRG yang ada bisa berfungsi. Untuk itu, SRG harus bisa bukan saja memenuhi fungsi sosial tetapi juga fungsi bisnis.

Menurut Wamendag, tidak bsia dipungkiri bahwa memang harus ada sisi bisnis, tetapi ini bisnis sosial, semacam social entrepreneurship untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan masalah kita bersama. Jadi harus imbang antara keduanya sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.

Bank berfungsi dalam menjamin pembiayaan. Mereka bekerjasama dengan pengelola gudang agar produsen bisa mendapatkan manfaat berupa pembayaran yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk produksi selanjutnya.

Menurutnya, BRI punya kapasitas dan pengalaman yang sangat panjang dalam hal ini. Jaringan BRI di daerah-daerah diyakini Wamendag sangat kuat sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, sebagai BUMN BRI juga punya misi yang sama dengan SRG untuk membangun perekonomian nasional dan ekonomi rakyat. Karena itu, imbuh Jerry, kolaborasi SRG dan BRI akan sangat strategis untuk mencapai tujuan itu. Tetapi sekali lagi ia menekankan akan mengajak semua bank untuk bekerja sama, bukan hanya terbatas pada BRI.

“Setiap bank tentu punya keunggulan dan spesialisasi masing-masing. Intinya kita akan mengajak semua. SRG adalah bisnis berbasis ekonomi riil yang menarik dan kalau dikembangkan akan menguntungkan semua pihak. Kalau semua untung tentu dalam jangka panjang perbankan juga untung.” Tutup Jerry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini