Efek WFH, Perusahaan Perkecil Luas Kantor hingga 30%

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Februari 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 470 2369593 efek-wfh-perusahaan-perkecil-luas-kantor-hingga-30-gO6FzIcJNK.jpg Ruang Kerja (Shutterstock)

JAKARTA - Para penyewa kantor akan mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi ulang tentang sewa kantor. Karena banyak perusahaan yang berencana untuk mengurangi sewa kantornya pada masa sulit ini.

Head of Office Services of Colliers Internasionals Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan, dengan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) yang dikeluarkan banyak perusahaan yang menyadari beberapa hal. Salah satunya adalah melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa mengharuskan semua karyawan untuk melakukan pelaporan langsung ke kantor.

Baca juga: Banyak Pengusaha Negosiasi Ulang Sewa Kantor karena WFH

Sehingga secara umum, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi situasi di mana ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi covid-19. Dan memaksa karyawannya untuk menerapkan strategi bekerja dari rumah.

“Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang kantor mereka dan melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya beberapa berhasil mencapai kesepakatan dalam negosiasi ulang dan beberapa tidak,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Karyawan 50% WFH

Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbaharui kontraknya. Namun ruang kantor yang akan disewa diperkecil hingga 30%.

“Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbarui kontrak mereka dengan memperkecil area hingga 30% dan selanjutnya meminta fleksibilitas sewa sebagai cara untuk mengelola risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Project Management Colliers Internasional Indonesia Hendry Sugianto mengatakan, transformasi area kerja tidak hanya berpengaruh pada sewa kantor. Akan tetapitetapi juga kepada pengaturan aktivitas kerja.

“Untuk menentukan area kerja baru yang optimal membutuhkan strategi transformasi dengan analisis aktivitas dari berbagai departemen,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini