Jamin Ketersediaan Pasokan Bahan Baku, RI Siapkan 'Kulkas' Raksasa

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370151 jamin-ketersediaan-pasokan-bahan-baku-ri-siapkan-kulkas-raksasa-zeuutczSdS.jpg Ikan Nelayan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memberikan bantuan cold storage atau gudang beku berkapasitas 30 ton. Gudang beku ini dapat membatu pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan menjaga pasokan bahan beku ikan.

Bahkan, kelompok UMKM pengolahan ikan asin dan pemindangan yang berlokasi di Dusun Kertamukti, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, kini mampu menjaga kesegaran mutu ikan, baik masih berupa bahan baku maupun hasil olahan menjadi lebih bagus.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bantuan ini merupakan bagian dari stimulus penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 yang diberikan untuk menghindari penurunan kualitas/mutu dan harga ikan yang drastis di tingkat nelayan atau pembudidaya.

Baca Juga: KKP Nyatakan Perang dengan Penyelundup Benur, Ini Alasannya

"Tujuannya untuk menjamin tersedianya pasokan bahan baku bagi UMKM pengolahan ikan sekaligus konsumsi ikan," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3/2021).

Menurut dia, melalui sarana penyimpanan beku ini, Menteri Trenggono berharap bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kelebihan produksi saat musim puncak sekaligus menjaga harga agar tetap stabil di tingkat nelayan serta dapat menjamin ketersediaan ikan pada saat musim paceklik dengan harga yang terkendali.

"Dengan demikian diharapkan dapat menguatkan dan meningkatkan peranan UMKM sektor kelautan dan perikanan sekaligus membangun rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan," sambung Menteri Trenggono.

Baca Juga: Upaya Menko Luhut Kurangi 70% Sampah Plastik ke Laut

Sementara itu, Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti berharap bantuan yang sudah diberikan menjadi stimulus dan penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Terlebih Kelompok Aroma Jaya Blanakan yang memiliki usaha dibidang pengolahan dan pemasaran ikan asin, bisa memproduksi 2-3 ton/hari saat musim ikan dan 4-5 ton/hari saat musim ikan. Produk olahan ikan dikemas dalam dus dan dijual rata-rata 5 kwintal/hari untuk tujuan pasar lokal sekitar Pamanukan, Subang, Purwakarta, Cikampek, dan 2 kali seminggu dikirimkan untuk agen pedagang grosir dan eceran di Bandung, Bogor, Cianjur, Garut, dengan varian minimal 2-3 jenis olahan per pengiriman.

Sedangkan Ketua Kelompok Aroma Jaya, Carman menambahkan, bantuan gudang beku dari PDSPKP juga berdampak pada peningkatan produksi. Bahkan anggota kelompok menjadi lebih percaya diri memanfaatkan peluang karena pasarnya yang kian terbuka. Tak hanya itu, konsistensi dan keberlanjutan usaha pun kini lebih terjamin.

"Pelaku usaha perikanan mulai dari para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis ini lebih terjamin mendapatkan manfaat karena meningkatnya kelancaran bisnis pengolahan setelah mendapatkan bantuan Gudang beku," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini