Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sumatera Utara pada periode Maret 2020-September 2020 antara lain adalah Pandemi Covid-19 yang berkelanjutan dan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mendorong terjadinya peningkatan angka kemiskinan.
Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,91% pada Agustus 2020, meningkat jika dibandingkan dengan TPT Februari 2020 yang sebesar 4,73%. Ekonomi Sumatera Utara triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,60% (y-on-y). Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III-2019 yang tumbuh sebesar 5,11% (y-on-y).
Selama periode Maret 2020 - September 2020, laju Inflasi Umum Relatif Rendah, dimana angka inflasi umum tercatat sebesar 0,12 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 5,76% (y-on-y), menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,92%.
"Kenaikan harga beras, rokok kretek dan juga bahan makanan lainnya, berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat konsumsi dan kemiskinan masyarakat di Sumut," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.