Kekuatan Ekonomi RI: 60 Juta UMKM yang Terus Berkembang

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2371050 kekuatan-ekonomi-ri-60-juta-umkm-yang-terus-berkembang-zrIpqIwbmg.jpg Kolaborasi UMKM dengan Hotel hingga Pemda. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Keberlangsungan usaha utamanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus menjadi prioritas pemerintah. Pasalnya, jumlah UMKM mencapai 60 juta menjadi kekautan ekonomi di tengah kondisi seperti pandemi virus corona.

“UMKM Indonesia jumlahnya sudah lebih dari 60 juta dan terus berkembang. Ini adalah kekuatan ekonomi kita yang menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden ingin terus meningkatkan kapasitas dan kekuatan UMKM,” ujar Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agung Laksono, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Bantu UMKM, Kemendag Kolaborasikan dengan Hotel, Perbankan hingga Pemda

Dirinya pun mengapreasi upaya Kemendag dalam mewujudkan visi Presiden tersebut. Menurutnya Kemendag bergerak cepat dengan menghubungkan berbagai stakeholders dalam pembinaan UMKM.

Kolaborasi stakeholder dengan UMKM pun menyasar pasar dan pembiayaan. Dua hal ini sering disebut sebagai titik lemah dalam pembinaan UMKM.

“Jaringan hotel bisa memperluas pasar, sedangkan BNI akan memberikan dukungan pembiayaan,” tuturnya.

Baca Juga: Sertifikasi TKDN Dibayarin Negara, UMKM hingga Koperasi Bisa Angkat Ekonomi RI

Sementara itu, Wamendag Jerry Sambuaga melakukan penandatanganan kerjasama antara sektor perhotelan dan perbankan dalam pembinaan UMKM. Kemendag juga kembali melucurkan program digitalisasi pasar di Manado, kali ini di Pasar Paal Dua dengan menggandeng langsung Bank Indonesia.

Menurut Wamendag, peluncuran, kampanye dan pelatihan digitalisasi pasar adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai bentuk transformasi perdagangan masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah untuk semakin mengakrabkan penggunaan teknologi kepada pelaku pasar rakyat sekaligus tindakan untuk meminimalkan penularan Covid-19 khususnya di pasar.

“Transformasi dengan memanfaatkan teknologi itu adalah sebuah keharusan. Dunia kita makin modern dan teknologi membuat kita bisa bekerja lebih efisien. Ini tentu akan meningkatkan kapasitas dan daya saing juga bagi pedagang karena mereka bisa bertransaksi dan menyediakan kebutuhan masyarakat dengan lebih efisien,” kata Jerry.

Bank Indonesia sendiri menargetkan peningkatan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana pembayaran hingga 12 juta merchant di tahun 2021. Sampai dengan Desember 2020, total merchant yang sudah menggunakan QRIS mencapai 5.781.112.

Di Sulawesi Utara ada 41.803 UMKM yang menggunakan QRIS atau 14% dari seluruh UMKM yang ada. Pada tahun 2021 diharapkan angkanya bisa meningkat tajam mengingat kemajuan teknologi juga semakin cepat.

Digitalisasi pasar ini menurut Kakanwil BI Sulut diharapkan menjadi sinergi yang meningkatkan pencapaian itu. Karena itu ia berharap Kemendag terus meningkatkan kampanye dan pelatihan penggunaan QRIS di sektor perdagangan UMKM dan pasar rakyat di sulut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini