Disoroti Jokowi, KKP Siapkan 2 Jurus Kembangkan Perikanan Budidaya

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2371113 disoroti-jokowi-kkp-siapkan-2-jurus-kembangkan-perikanan-budidaya-NylrpSYF57.jpg KKP Siapkan Strategi Perikanan Budidaya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan terobosan yang bertujuan menjaga sumber daya alam perikanan Indonesia. Salah satunya, mengembangkan perikanan budidaya melalui kajian ilmiah dan perencanaan bisnis yang matang.

Langkah ini sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dan menambah pendapatan negara.

"Seperti yang kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Bapak Presiden Joko Widodo, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya sebanding dengan potensi yang dimiliki," ujar Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) secara daring di Kantor KKP Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Pasokan Bahan Baku, RI Siapkan 'Kulkas' Raksasa

Menteri Trengggono menjelaskan ada dua terobosan terkait perikanan budidaya. Pertama, KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut.

Komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor tahun 2020 volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 Ton dengan nilai USD2,04 miliar. Untuk peningkatan produksi dan ekspor udang, KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budidaya dengan skala intensif, dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare per tahun.

Komoditas lainnya yaitu lobster dengan volume ekspor tahun 2020 mencapai 2.022 ton dengan nilai USD75,25 juta. Lobster dikembangkan melalui korporasi budidaya yang diharapkan dampaknya dapat menyentuh masyarakat, salah satu strategi yang dilaksanakan adalah membuat suatu model kawasan budidaya lobster.

Baca Juga: Tegas! Trenggono Tak Ingin Produk Perikanan RI Ditolak Negara Lain

Selanjutnya komoditas rumput laut, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah China, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.

KKP mengupayakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang. Sementara dari aspek hilir, akan dibangun pabrik pengolahan rumput laut, sehingga dapat mendorong ekspor produk turunan rumput laut.

Terobosan kedua yakni pengembangan kampung budidaya dengan konsep Corporate Farming. Kampung perikanan budidaya ini mensinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budidaya, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Beberapa yang dikembangkan adalah kampung bioflok lele, kampung bioflok nila, kampung kerapu, kampung kakap putih, kampung lobster, kampung rumput laut, kampung patin, kampung lobster dan kampung ikan hias.

"Akuakultur adalah jawaban untuk membangun sektor perikanan Indonesia yang memiliki aspek pembangunan yang terdiri dari teknologi yang menjadi motor, lingkungan, sosial ekonomi dan pasar yang menjadi pertimbangan komoditas unggulan. Dimana keterlibatan stakeholder perikanan budidaya berperan penting dalam mencapai kesejahteraan pelaku usaha budidaya," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini