BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair, Selamatkan Ekonomi Negara

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2371156 blt-umkm-rp2-4-juta-cair-selamatkan-ekonomi-negara-ITcW8KQOeI.jpg Penyaluran Bantuan Usaha Mikro Sudah 100%. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sekretaris Deputi Bidang UKM Santoso menyampaikan bahwa pemerintah telah mengadakan 5 program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), di mana penyerapannya sudah hampir 100%.

“Salah satunya adalah bantuan produk usaha mikro, dari target sudah kita sampaikan secara nasional 100% dengan bantuan sebesar Rp28,89 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro,” ucapnya, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Terungkap! 4 Tantangan Integrasi Data Dana Bansos hingga BLT

Belum lagi adanya bantuan dengan pengurangan bunga pinjaman, seperti subsidi usaha mikro atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyerapan mencapai 98,87% dengan subsidi bunga dari 6 persen menjadi 3%.

Santoso mengatakan, UMKM merupakan unit usaha terbesar di Indonesia dan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Jumlah tenaga kerja yang diserap dari UMKM hampir sebanyak 133 juta lebih. Sehingga bantuan untuk UMKM sangat perlu untuk menyelamatkan perekonomian negara.

Baca Juga: Disuruh Beli Mobil Baru tapi BLT Subsidi Gaji Tak Cair

Meski sempat mengalami hambatan di awal pandemi, justru keadaan krisis tersebut memaksa UMKM untuk mampu go digital. Apalagi sekarang industri teknologi semakin booming selama pandemi.

Jalan keluar lain kembali didapatkan pengusaha, belajar menguasai digital membuat mereka tetap mendapatkan pasar dan pelanggan.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari mengungkapkan, saat bulan keenam pandemi pengusaha UMKM sudah mulai jatuh, sehingga datangnya bantuan dari pemerintah pada Agustus 2020 membuat pengusaha kembali bangkit.

“Bantuan itu sudah sangat tepat sekalI untuk membuat mereka (pengusaha) survive, karena pemerintah menggelontorkan bansos yang menciptakan daya beli masyarakat, dan didorong dengan menggunakan daya hibah,” jelas Supari.

Dia menambahkan, lebih dari 90% pengusaha merasa mampu bertahan dan bangkit. Hal tersebut menghasilkan dampak yang sangat positif. Pengusaha UMKM dalam menghadapi masa kritis yang tidak menentu ujungnya ini seakan masih memiliki harapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini