Gayus Jilid II, Sri Mulyani Buka-bukaan Kasus Dugaan Suap Pegawai Pajak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 320 2371377 gayus-jilid-ii-sri-mulyani-buka-bukaan-kasus-dugaan-suap-pegawai-pajak-UTNbP8iZCZ.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka suara menghadapi dugaan kasus suap pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan. Dugaan suap ini kabarnya dilakukan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Hal ini mengingatkan kita mengenai kasus Gayus Tambunan yang menggemparkan dunia perpajakan Indonesia. Gayus Halomoan Partahanan Tambunan adalah bekas pegawai negeri sipil di DJP Kemenkeu. Gayus dipenjara karena melakukan penyalahgunaan wewenang, menerima suap dari wajib pajak, dan pidana umum lainnya.

Gayus merupakan PNS golongan IIIA namun disebut-sebut memiliki harta hingga puluhan miliar rupiah. Gayus dinyatakan terbukti bersalah menerima suap senilai Rp925 juta dari Roberto Santonius, konsultan PT Metropolitan Retailmart terkait kepengurusan keberatan pajak perusahaan tersebut.

Baca Juga: KPK Usut Kasus Dugaan Suap Pajak di Kemenkeu 

Balik ke Sri Mulyani, Mantan anggota Bank Dunia ini akan menggungkapkan sosok pegawai yang korupsi bersama beberapa pejabat tinggi, seperti Dirjen Pajak, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, dan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis.

"Selamat pagi rekan-rekan media, bersama ini kami mengundang rekan-rekan untuk meliput konferensi pers pengusutan dugaan kasus suap pukul 13.00 WIB," tulis undangan yang didapat di Jakarta, Rabu (3/3/2021)

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, KPK belum mau mengumumkan tersangka.

"Kami sedang penyidikan betul tetapi tersangkanya nanti dalam penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Ini yang sedang kami lakukan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Dengan adanya penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun, belum bisa menjelaskan lebih perinci terkait dengan kasus dan siapa pihak yang menjadi tersangka. Lantaran, tim penyidik KPK saat ini masih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus tersebut.

"Nanti kalau sudah alat buktinya cukup, tentu akan kami ekspose. Ekspose kepada teman-teman wartawan, biar teman-teman penyidik sekarang bekerja sehingga buktinya cukup kuat. Nanti kami tetapkan tersangka langsung kami tahan orangnya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini