Punya Potensi Besar, Wapres Belum Puas dengan Ekonomi Syariah Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372194 punya-potensi-besar-wapres-belum-puas-dengan-ekonomi-syariah-indonesia-O1upE2HzKU.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah berkembang cukup baik. Meskipun masih belum optimal karena potensinya masih cukup besar.

Menurut Ma’ruf Amin, saat ini ekonomi syariah baru mencapai sekitar 7% hingga 8%. Sementara untuk keuangan syariah baru mencapai 6% hingga 7% saja.

Baca Juga: Terungkap Fakta! Banyak Pimpinan Bank Tak Paham Sistem Syariah

“Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini sudah berkembang cukup baik. Tetapi belum optimal masih jauh baru sekitar 7%-8% bahkan kalau keuanganya perbankan itu baru 6,7%,” ujarnya dalam acara Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Oleh karena itu, lanjut Ma’ruf Amin, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Diharapkan potensi ini juga bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Baca Juga: Erick Thohir: Sistem Bagi Hasil dalam Keuangan Syariah Agak Mahal

“Potensi kita besar begitu juga dana dana sosial masyarakat seperti wakaf. Oleh karena itu pemerintah punya komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Atas dasar itu juga pemerintah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pemebentukan ini teruang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2020.

Ada empat hal yang menjadi fokus pembentukan KNEKS tersebut. Pertama adalah pengembangan industri halal. Kemydian yang kedua adalah oengembangan industri keuangan dan yang ketiga pengembangan dana sosial masyarakat islam.

“Kemudian yang keempat pengemban usaha bisnis syariah,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini