5. Ada 6 Ruas Tol Lainnya yang Masuk ke Divestasi Internal
Selain ruas yang disebutkan berpotensi diserap INA tadi, terdapat 6 ruas yang masuk ke dalam divestasi internal. Keenam ruas tersebut adalah jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang akan diambil investor asing dan Batang-Semarang yang akan dibuatkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).
Selanjutnya jalan tol Cibitung-Tanjung Priok akan didivestasikan ke investor lokal sementara jalan tol Batang- Semarang, Cinere-Serpong, dan Depok-Antasari akan didivestasi melalui skema share swap. Lebih lanjut, Waskita Karya optimistis dampak positif INA tidak hanya terlihat pada 2021 ini namun juga pada tahun-tahun mendatang.
6. Menggenjot Pertumbuhan Bisnis, Ini yang Dilakukan Waskita Karya
Kemudian dalam memacu pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, WSKT terus mengejar proyek-proyek dari pemerintah. Dimana saat ini tengah mengikuti proses tender dengan nilai berkisar Rp7 triliun—Rp8 triliun dari proyek yang dilelang pemerintah.
“Proses tender saat ini sekitar Rp7 triliun—Rp8 triliun, dari pemerintah. Winning rate target sekitar 35%—40%,” kata Direktur Keuangan Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma.
Dia menuturkan, tingkat kemenangan tender atau winning rate diharapkan bisa mencapai di atas 30%. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp26 triliun. Target itu lebih rendah dibandingkan target yang dipasang sebelumnya Rp31 triliun—Rp32 triliun.
Melihat peluang di luar negeri, Taufik mengungkapkan perseroan sudah berdiskusi untuk mendapatkan proyek di tiga negara yaitu Filipina, Arab Saudi dan Malaysia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.