Perusahaan Jepang Tertarik Investasi Proyek Methanol di Teluk Bintuni

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 320 2376548 perusahaan-jepang-tertarik-investasi-proyek-methanol-di-teluk-bintuni-QIPElcNxF8.jpg Perusahaan Jepang Minati Investasi di Kawasan Industri Teluk Bintuni. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Jepang pada 10-11 Maret. Tak hanya bertemu dengan pelaku industri otomotif, Menperin juga melakukan pertemuan dengan perusahaan industri petrokimia Sojitz Corporation guna mendukung pengembangan industri methanol di Indonesia.

Hal tersebut berangkat dari kebutuhan methanol yang semakin meningkat, karena industri methanol memegang peranan yang sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya.

Baca Juga: Menperin Rayu Mazda Bangun Pabrik di Indonesia

“Mereka memiliki ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek methanol dan ammonia di Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021)

Proyek Teluk Bintuni sendiri, akan menjadi kawasan industri yang berbasis petrokimia terbesar dengan luas sekitar 2.000 Hektare.

“Sojitz sangat tertarik untuk berinvestasi di sana, dan kami akan membahasnya lebih lanjut pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei mendatang,” tuturnya.

Baca Juga: Honda Bakal Pindahkan Pabrik dari India ke RI

Agus menambahkan pembicaraan mengenai investasi di Teluk Bintuni akan dilanjutkan pada Mei mendatang dimana foksu utamanya pada bidang petro kimia.

"Nanti kalau saya kembali ke Jepang setelah lebaran akan memfokuskan kepada bidang petro kimia," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomianmemastikan potensi gas alam di Teluk Bintuni mencapai 14,4 Trillion Cubic Feet (TCF).Wilayah Bintuni juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk dijadikan kawasan industri prioritas.

Selain itu, Menperin juga bertemu dengan Minister of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Kajiyama Hiroshi. Pada pertemuan tersebut, Menperin dan Menteri METI membahas berkaitan hubungan diplomatik kedua negara, khususnya dalam hal program kerjasama New MIDEC di bawah kerangka kerjasama bilateral IJEPA. Menteri METI mengapresiasi UU Cipta Kerja dan kebijakan relaksasi PPnBM

“Di samping itu, kami juga mempergunakan kesempatan tersebut untuk meminta pemerintah Jepang agar dapat mendorong kepada perusahaan-perusahan Jepang agar mereka bisa melihat Indonesia sebagai negara tujuan invetasi yang sangat baik,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini