Sofyan Djalil Ingin Harga Tanah Naik Tak Terlalu Tinggi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 470 2376554 sofyan-djalil-ingin-harga-tanah-naik-tak-terlalu-tinggi-BdtlOou7ZR.jpg Menteri ATR Sofyan Djalil (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berencana untuk melakukan pembaharuan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Hal tersebut dilakukan agar informasi yang disajikan dalam peta ZNT dapat lebih akurat.

Menteri ATR atau Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, peta ZNT yang saat ini harus dilakukan evaluasi. Karena menurutnya, ada beberapa pengaduan terkait mengenai peta ZNT yang berlaku saat ini dari masyarakat.

Baca Juga: Orang Asing Boleh Beli Rusun di RI? Ini Penjelasan Menteri ATR

Oleh karena itu, dengan adanya perubahan pada Peta ZNT ini informasi tentang tanah dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pertanahan yang lebih baik. Sekaligus juga bisa menjadi referensi kebijakan yang berkaitan dengan nilai tanah

"Diharapkan informasi Peta ZNT ini bisa mencerminkan ke harga yang sewajarnya,” ujarnya dalam keteranganya, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga: Investor Kabur karena Tanah dan Upah Pekerja Mahal? Baca Dulu Faktanya

Asal tahu saja, ZNT yang dikeluarkan Kementerian ATR/BPN adalah poligon yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama dari sekumpulan bidang tanah didalamnya. Dalam ZNT, batasannya bisa bersifat imajiner ataupun nyata sesuai dengan penggunaan tanah.

Sofyan menambahkan, pembaharuan ZNT ini juga diharapkan tidak membuat harga tanah naik tak karuan. Sebab menurutnya, hal ini sangat tidak bagus jika ditinjau dari nilai ekonomi.

“Kemudian bagaimana caranya agar informasi Peta ZNT tidak mendorong harga tanah ke atas karena ini tidak bagus secara makro ekonomi," kata Sofyan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto mengatakan, pengerjaan informasi Peta ZNT memang harus disempurnakan. Sehingga diharapkan bisa membuat perhitungan tanah yang lebih benar.

“Memang kemampuan di daerah dalam menilai tanah masih sangat rendah sehingga diharapkan untuk membuat perhitungan yang lebih benar maka hal ini harus dijadikan program prioritas," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini