Pelayanan Publik Prima saat Pandemi, Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Tertinggi dari Menteri Tjahjo

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 14 Maret 2021 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 14 320 2377649 pelayanan-publik-prima-saat-pandemi-pemprov-dki-jakarta-raih-penghargaan-tertinggi-dari-menteri-tjahjo-96A0BpujIn.jpg Menpan RB Tjahjo Kumolo (Dok DPMPTSP)

“Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.kami mengoptimalkan sistem perizinan online dimana pemohon tidak perlu lagi datang ke Mal Pelayanan Publik atau 316 service pointUnit Pelaksana PMPTSP. Warga Ibu Kota cukup mengajukan permohonan izin dan nonizin menggunakan aplikasi JakEVO secara daringatau memanfaatkanlayanan AJIB,” ucap Benni.

Benni menambahkan meskipun seluruh perizinan/nonperizinan sudah dapat diajukan secara daring atau 100% online. Namun pihaknya menyadari bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan literasi digital dengan baik, oleh karenanya pihaknya mengembangkan inovasi layanan AJIBuntuk melakukan pendampingan pengurusan perizinan/nonperizinan mulai dari permohonan sampai dengan izin diterbitkan atau end to end processsecara langsung di rumah dan kantor pemohon dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 secara disiplin dan ketat.

“Pengembangan Inovasi Layanan AJIB hadir sebagai bentuk respon Pemprov DKI Jakartamenghadirkansolusi atas permasalahan yang ada dansangat dibutuhkan oleh Warga Jakartasaat Pandemi Covid-19 ini” imbuh Benni.

Sepanjangtahun 2020 lalu, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta mencatat telah melayanilebih dari 4,6 juta pemohondengan menerapkanprotokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara disiplin dan ketat, melalui optimalisasi pelayanan daring dan inovasi layanan AJIB.Adapun kinerja Penanaman Modal sepanjang tahun 2020 lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesiamencatat realisasi investasi di Jakarta sebesar Rp.95 Triliun yang terdiri dari Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp.43Triliundengan 17.667 proyekdan Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD3,6Miliar atau Rp.52 Triliundengan 16.787 proyek.“urus izin di Jakarta? di-AJIB-in aja!” pungkasBenni.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini