Cinta Rupiah, Masyarakat di Pulau Ini Sampai Cuci hingga Jemur Uang

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 320 2382151 cinta-rupiah-masyarakat-di-pulau-ini-sampai-cuci-hingga-jemur-uang-JdUSIdlzVx.jpg Rupiah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengakui sangat banyak tantangan dalam menjaga ketersediaan uang kartal Rupiah di seluruh pelosok NKRI. Salah satunya adalah money laundry yang dilakukan masyarakat di kawasan Pulau Morotai yang berbatasan dengan Filipina.

"Ada masyarakat di sekitar Pulau Morotai yang menjaga kebersihan uang fisik Rupiah dengan mencuci, merendamnya, dan menjemur. Inilah money laundry harfiah. Karena pulaunya sangat terpencil sehingga pengedaran uang juga sulit dilakukan. Tapi ini bukti cinta mereka menjaga Rupiah," kata Marlison dalam talkshow Bangga Rupiah yang diadakan Bank Indonesia di Jakarta (22/3/2021).

Baca Juga: Bangga Gunakan Rupiah, BI Ingatkan Milenial soal Sipadan Ligitan

Dia juga mengatakan dalam pengedaran uang Rupiah, ada tantangan geografis infrastruktur yang terbatas dan tidak seragam di seluruh wilayah. Pengaruhnya tentu pada jangkauan layanan. Namun pihaknya tetap semangat menjamin Rupiah ke seluruh NKRI khususnya wilayah 3T. Di sana Rupiah harus hadir.

Selain itu juga beragam tingkat pendidikan masyarakat membuat perbedaan perilaku dalam perlakuan uang. Seringkali juga mempengaruhi tingkat uang tidak layak edar menjadi cukup besar. Sebabnya karena rusak dan lusuh akibat banyak yang melipat, distaples, dilubangi, bahkan mencoretnya.

Baca Juga: 7 Fakta Uang Soekarno Bisa Melengkung Sendiri, Nomor 5 Bawa-Bawa Jin

"Perilaku masyarakat kita ini yang membuat semakin banyak uang tidak layak edar. Padahal kedaulatan negara kita ada di sana," katanya.

Perhatian lainnya juga pada destinasi wisata. Karena di tengah gerakan non tunai dan digitalisasi pembayaran tapi pasokan uang tunai harus dalam kondisi baik dan berkualitas. "Destinasi wisata harus terjaga pasokan Rupiahnya," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini