Jaga Ketahanan Pangan, Kawasan Hutan Berkurang Dipertanyakan

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2385844 jaga-ketahanan-pangan-kawasan-hutan-berkurang-dipertanyakan-XGqRpClTVh.jpg Kawasan Hutan Berkurang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi IV DPR menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Rapat tersebut membahas program ketahanan pangan di dalam kawasan hutan. Rapat dibuka oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin.

Baca Juga: Stabilkan Harga Pangan, Kemendag Kumpulkan Kepala Daerah

Sudin mengatakan rapat ini ada beberapa hal yang menjadi catatan Komisi IV diantarannya yakni luas lahan kawasan hutan yang semakin berkurang. Di mana keberadaannya dinilai penting untuk ketahanan pangan di Indonesia dalam beberapa tahun yang akan datang.

"Kita ketahui Indonesia memang memiliki lahan pertanian yang luas, tetapi sekarang hal tersebut perlahan hilang akibat konvensi lahan pertanian untuk pemukiman dan kegiatan industri. Jadi ini tentu saja menjadi masalah karena menurunnya jumlah ketersediaan lahan," ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: Wamendag: Badan Pangan Nasional Harus Independen dan Tidak Birokratis

Dia juga menilai hutan sebagai penyangga sistem kehidupan yang mampu untuk mendukung ketahanan pangan. Seperti jenis-jenis pangan yang dihasilkan dari kawasan hutan bisa berupa padi, jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah-buahan, serta produk hewani atau satwa liar dalam bentuk madu, daging dan ikan.

"Maka itu perlu adanya kolaborasi antar Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencegah kekosongan dan tumpang tindih tugas pokok, fungsi dan kewenangan di dalam kawasan hutan," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini