BPJS Ketenagakerjaan Akui Kerugian Investasi Saham dan Reksadana Rp23 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 320 2387100 bpjs-ketenagakerjaan-akui-kerugian-investasi-saham-dan-reksadana-rp23-triliun-OACa1WS5zN.jpg BPJS Ketenagakerjaan Akui Kerugian Investasi Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Michael Ridwan Anggoro mengungkapkan adanya floating loss atau rugi mengambang atas investasi yang dilakukan di saham dan reksadana sebesar Rp23 triliun.

Penyebabnya, pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Baca Juga: Miris! Ibarat Mengemis, Buruh Kesulitan Klaim JHT di BPJS Ketenagakerjaan

"Waktu kami lakukan investasi saham time horizon bukan untuk satu sampai dua tahun, tapi secara teori 10 tahun-15 tahun. Artinya, ada floating loss satu tahun sampai dua tahun itu wajar karena memang kondisi pasar tidak kondusif akibat Covid-19," ujar Edwin di Jakarta, Selasa(30/3/2021).

Kendati demikian, BPJSTK memastikan bahwa pihaknya tetap bisa membayar klaim peserta meski ada kerugian dari investasi.

Baca Juga: 4 Fakta Memilukan, Buruh Kesulitan Cairkan JHT sampai Seperti Pengemis

Edwin pun menyebutkan bahwa dana di deposito saat ini sebesar Rp70 triliun. Menurut dia, jumlah dana tersebut cukup untuk membayar klaim selama dua tahun. Total klaim tahun lalu tercatat hanya sebesar Rp36 triliun.

"Mungkin ada kekhawatiran di masyarakat bahwa BPJSKetenagakerjaan karena floating loss tidak punya cukup dana untuk bayar klaim. Kami kebanjiran likuiditas karena untuk klaim satu tahun pada 2020 Rp36 triliun," pungkas Edwin.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini