Gudang Garam, Produsen Rokok Milik Susilo Wonowidjojo Tergerus Labanya 29%

Kamis 01 April 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 278 2387747 gudang-garam-produsen-rokok-milik-susilo-wonowidjojo-tergerus-labanya-29-dG9Z6x749g.jpg PT Gudang Garam Tbk (Shutterstock)

JAKARTA - Di tahun 2020 kemarin, emiten produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp114,47 triliun. Meningkat Rp3,95 triliun atau naik 3,57% dari pendapatan pada 2019 yang sebesar Rp110,52 triliun.

Namun pertumbuhan pendapatan juga diiringi dengan beban biaya pokok penjualan yang meningkat menjadi Rp97,08 triliun. Di mana, naik Rp9,34 triliun dari posisi 2019 yang sebesar Rp87,74 triliun.

 Baca juga: Megaproyek Gudang Garam di Kediri, dari Bandara hingga Jalan Tol

Mengutip Neraca, Jakarta, Kamis (1/4/2021), kenaikan biaya pokok penjualan tersebut membuat laba bruto menjadi Rp17,38 triliun turun dari saat 2019 yang mencapai Rp22,78 triliun. Walhasil, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp7,64 triliun atau terkoreksi 29,19% dari laba pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,88 triliun.

Dengan demikian, laba per saham dasar dan dilusian atau earning per share pun turut tergerus menjadi Rp3.975, sementara saat 2019 dapat mencapai Rp5.655.

 Baca juga: Gudang Garam Suntik Anak Usaha Rp1 Triliun, Buat Apa?

Selain itu, total aset perseroan mengalami sedikit penurunan menjadi Rp78,19 triliun dari tahun 2019 yang sebesar Rp78,64 triliun. Dengan rincian, kenaikan aset tidak lancar menjadi Rp28,65 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,56 triliun.

Sementara total aset lancar tergerus menjadi Rp49,53 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp52,08 triliun. Dari sisi liabilitas, GGRM mencatatkan penurunan total liabilitas menjadi Rp19,66 triliun turun 29% dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp27,71 triliun.

Perseroan menjelaskan, penurunan tersebut terutama karena penurunan liabilitas jangka pendek menjadi Rp17 triliun daripada tahun 2019 yang sebesar Rp25,25 triliun. Dengan penurunan terbesar terjadi pada pinjaman bank jangka pendek yang turun menjadi Rp6 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp17,21 triliun. Sementara utang cukai, PPN dan pajak rokok mengalami peningkatan menjadi Rp9,05 triliun naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,08 triliun.

Adapun, liabilitas jangka panjang meningkat menjadi Rp2,65 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,45 triliun. Dengan peningkatan terjadi pada liabilitas imbalan pasca kerja. Adapun total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp58,52 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp50,93 triliun. Sementara itu, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp4,76 triliun dari posisi 2019 yang sebesar Rp3,45 triliun.

Dari pos ini terlihat perseroan melakukan pembayaran pinjaman jangka pendek cukup tinggi sebesar Rp20,6 triliun dengan penarikan pinjaman jangka pendek sebesar Rp9,5 triliun. Ekspansi bisnis perseroan melabar di sektor bandara dan infrastruktur. Teranyar, selain membangun bandara Dhoho Kediri, PT Gudang Garam Tbk juga membentuk cucu usaha yang bergerak di bidang jalan tol bernama PT Surya Kertaagung Toll.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini