RI Bisa Swasembada Pangan, Caranya?

Kamis 01 April 2021 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2388128 ri-bisa-swasembada-pangan-caranya-JviEnFLQW4.jpg Petani (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi langsung Petrokimia Gresik. Hal ini guna memastikan kesiapan produksi pupuk subsidi memasuki musim tanam kedua pada tahun ini.

Harvick mengatakan bahwa pihaknya memantau terus kesiapan musim tanam kedua bulan April-Mei 2021 ini dan memastikan pupuk tersedia untuk masyarakat petani.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Sekarang Sudah Membaik

“Sesuai arahan Presiden, kami di sini memastikan kebutuhan pupuk untuk petani tercukupi, sehingga target pemerintah untuk swasembada pangan bisa terlaksana,” ujar Harvick, dikutip dari Antara, Kamis (1/4/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman menambahkan bahwa stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 2,1 juta ton. Jumlah ini mencukupi untuk kebutuhan selama enam minggu ke depan.

Baca Juga:Jokowi: Kunci Ekonomi adalah Ekspor dan Investasi

“Kami selalu berusaha memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang ada, baik itu Permendag maupun Permentan. Stok tersebut lebih dari tiga kali lipat dari stok minimum pemerintah, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ini,” ujarnya.

Bakir menambahkan Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yaitu memiliki sembilan unit pengantongan, enam unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi untuk membantu kelancaran penyaluran pupuk subsidi, .

Pupuk Indonesia juga telah menerapkan teknologi 4.0 dalam pendistribusian pupuk, melalui sistem Distribution Planning and Control System yang dapat memonitor posisi pengiriman barang, dan memantau stok hingga ke level kios secara real time. Sehingga potensi kelangkaan atau kekurangan stok dapat dicegah sejak dini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini