Pengakuan Dirut Pertamina di DPR soal Kebakaran Kilang Balongan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 05 April 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 320 2389709 pengakuan-dirut-pertamina-di-dpr-soal-kebakaran-kilang-balongan-faqJayIfAo.jpg Dirut Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penyebab terjadinya kebakaran di Kilang Pertamina Balongan sampai saat ini masih terus dilakukan investigasi.

"Jadi timnya ini gabungan, ada tim internal dan juga tim eksternal. Tim eksternal ini ada dari aparat penegak hukum dan juga tim ahli baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/4/2021).

Baca Juga: Ahok hingga Dirut Pertamina Diminta Evaluasi Pasca-Kebakaran Kilang Balongan 

Nicke melanjutkan, Pertamina membuka ruang seluas-luasnya tim investigasi untuk masuk. Namun tim investigasi baru bisa masuk ke lokasi ketika semuanya sudah aman. Menurut dia, ketika api berhasil dipadamkan, 2 hari kemudian api timbul lagi.

"Itu karena ada BBM yang masih terjebak di bawahnya sehingga kami lakukan upaya dengan berbagai cara dan dilakukan dengan pendinginan. Jadi ketika semuanya sudah aman dan pendinginan sudah berjalan, baru tim investigasi bisa masuk ke dalam," jelasnya.

Seperti diketahui, telah terjadi insiden di Kilang Pertamina Balongan yang menyebabkan terjadinya kebakaran pada tangki T-301G pada tanggal 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. Insiden tersebut terjadi di area tangki penyimpanan BBM. Lokasi yang terdampak sekitar 2 hektar dari total 180 hektar area Kilang Balongan.

Dari 72 tanki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta Kilo Liter (KL), ada 4 tangki yang terdampak atas insiden yaitu tanki T-301 H, tangki T-301 E, tangki T-301F, dan tangki T-301G.

"Ada 4 tangki di dalam satu bundwall dengan kapasitas masing-masing tangki ini 26.000 KL sehingga total kapasitasnya 26.000 dikali 4 yang terdampak," jelas Nicke.

Nicke menuturkan, Kilang Balongan memberikan kontribusi 12% dari total produksi nasional. Adapun bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah (Crude Oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM dan Petrokimia.

"Sebagian besar produksinya disuplai ke Terminal BBM Plumpang sehingga ini menyuplai untuk area DKI Jakarta dan Jawa Barat, kemudian sebagian Cikampek juga di area tersebut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini