Insentif PPnBM, Menko Airlangga Sebut Orang RI Banyak Beli Mobil

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 320 2390784 insentif-ppnbm-menko-airlangga-sebut-orang-ri-banyak-beli-mobil-i4myc8B2aU.jpg Penjualan Mobil Laris Manis. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,2 pada Maret 2021. Peningkatan PMI manufaktur menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejak survei dimulai pada April 2011.

Menteri Koordinator (Menko).Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan PMI manufaktur Tanah Air tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah. Salah satunya, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP). Kebijakan ini pun membuat orang semakin tertarik untuk belanja mobil.

Baca Juga: Diskon Pajak Mobil Baru 2.500 cc, Penjualan Bakal Laris Manis?

"Kita lihat penjualan otomotif meningkat terutama dengan tambahan fasilitas PPnBM yang di nol kan," kata Airlangga dalam acara Webinar HUT Okezone ke-14 dengan tema Economy Outlook Indonesia Bangkit 2021, Rabu (7/4/2021).

Sebagai informasi, pemerintah memberikan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. Hal ini dilakukan karena pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70%.

Baca Juga: Berlaku April, Ini Besaran Diskon Pajak Mobil Baru hingga 2.500 cc

Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, di mana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan.

Insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25% dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

Selain itu, pemerintah juga kembali memperluas kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) hingga kendaraan dengan kapasitas mesin 2.500 cc, berlaku mulai 1 April 2021. Hal ini guna mendorong penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) produksi dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini