Menko Luhut Cek Pengembangan Lumbung Pangan RI di Kalimantan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 320 2391071 menko-luhut-cek-pengembangan-lumbung-pangan-ri-di-kalimantan-AfF95JVfxw.jpg Menko Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Food Estate di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

Kunjungan kerja dilakukan untuk melihat progres pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah percontohan kawasan Lumbung Pangan di Indonesia.

Baca Juga: Menteri Basuki Beberkan Keuntungan Adanya Food Estate

"Kawasan Food Estate Kalimantan Tengah yang berfokus di wilayah Eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) selain untuk mendukung ketahanan pangan nasional, juga yang utama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar dia, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, lahan gambut yang dimanfaatkan dan terkelola dengan baik diharapkan dapat mengurangi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan, juga mengurangi emisi karbon (gas rumah kaca) dari lahan gambut.

"Untuk kondisi spesial ini, saya bisa sebut sebagai food estate multi-benefit," ungkap dia.

Baca Juga: Menko Luhut Panen Kentang di Food Estate Humbahas

Kawasan Food Estate seluas 10.000 Ha di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 Ha di Kabupaten Kapuas kini telah hampir seluruhnya diolah dan ditanami berbagai varietas padi. Berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait bahu membahu terus membangun kawasan ini.

Menko Luhut juga mengunjungi bengkel alat dan mesin (Alsin) milik Kementerian Pertanian. Bengkel Alsin ini dianggap masih perlu untuk ditingkatkan dari aspek peralatan dan perlengkapan.

"Kalau bisa TKDN Alsintan ini terus dioptimalkan. Upaya ini akan memberikan akses bagi petani mendapatkan alat yang lebih murah dan mudah mengoperasikannya," ungkap dia.

Menko Luhut juga menegaskan Aspek sains dan teknologi berperan penting dalam pengembangan Food Estate. Harus terjalin kerjasama yang kuat antara universitas di Kalimantan Tengah yang memahami kondisi dan kearifan lokal dengan universitas di luar negeri yang berpengalaman dalam pengembangan kawasan Food Estate.

Implementasi teknologi informasi dan komunikasi berperan sangat vital mulai dari komponen pra produksi, produksi, maupun pasca produksi termasuk prediksi panen dengan mengunakan satelit penginderaan jauh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini