Digitalisasi, Ahok Sebut Penyaluran BBM Tidak Terganggu

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391267 digitalisasi-ahok-sebut-penyaluran-bbm-tidak-terganggu-epO2UUHC3j.jpg BBM (Ilustrasi: Koran Sindo)

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama kunjungan kerja atau management walkthrough ke Fuel Terminal (FT) Boyolali. Hal ini dalam memastikan integrasi digitalisasi FT Boyolali Jawa Tengah berjalan baik.

Pada kunjungan tersebut, Dewan Komisaris memastikan kehandalan integrasi digitalisasi SPBU dengan FT Boyolali dalam menunjang kehandalan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dari tangki penyimpanan di Fuel Terminal hingga disalurkan ke SPBU.

Baca juga: Pertamina: Warga di Pengungsian Terapkan Protokol Kesehatan

Dalam arahannya, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, integrasi digitalisasi tersebut merupakan salah satu upaya Pertamina dalam menghadirkan pelayanan yang optimal dan akurat kepada masyarakat dalam menyediakan kebutuhan bahan bakar.

"Sistem pemantauan secara real time ini sangat penting untuk menjamin pelayanan dan kegiatan operasional penyaluran dan penerimaan BBM tidak terganggu," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Kilang Balongan Terbakar, Padahal Ditargetkan Jadi yang Terbaik di Asia

Dia mengapresiasi implementasi digitalisasi yang telah dijalankan FT Boyolali sebagai percontohan dari fuel terminal lainnya.

"Kami mengapresiasi kesiapsiagaan penyaluran BBM yang dijalankan FT Boyolali melalui sistem pengawasan pendistribusian yang telah berjalan dengan baik. Kami juga berharap agar sistem digitalisasi ini diterapkan diseluruh TBBM dan terintegrasi juga dengan digitalisasi SPBU," tuturnya.

Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah Sylvia Grace Yuvenna mengatakan, program digitalisasi merupakan upaya Pertamina dalam memetakan seluruh aspek bisnis hilir agar mendapatkan data dan informasi secara real time sehingga optimalisasi pelayanan, penyaluran dan kehandalan suplai akan terjamin.

Selain itu, digitalisasi juga membantu Pertamina, mulai dari proses penyimpanan dan pengiriman di fuel terminal hingga diterima di SPBU dan dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen.

"Penggunaan sistem digital membuat Pertamina lebih siaga dalam mengirimkan BBM tambahan ke SPBU, tanpa harus menunggu stok BBM habis (auto replenishment system) sehingga meminimalisir terjadinya kelangkaan BBM di SPBU," tandasnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini