Waskita Incar Proyek Rp71 Triliun di Luar Negeri

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391566 waskita-incar-proyek-rp71-triliun-di-luar-negeri-Xp9Q3gQIQX.jpg Waskita Incar Proyek di Luar Negeri. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan 5 tahun ke depan bisnisnya merambah ke sejumlah negara. Negara yang menjadi target BUMN Karya ini, Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono menyebut, pihaknya akan membangun sejumlah proyek strategis di negara-negara tersebut. Bahkan, manajemen pun memproyeksikan potensi nilai proyek bisa mencapai Rp71 triliun.

Dengan rincian potensi pasar Timur Tengah sebesar Rp20 triliun, Afrika Rp17 triliun, serta ASEAN dan Asia Selatan sebesar Rp34 triliun. Dengan begitu, ekspansi emiten di kancah global mampu menambah devisa negara.

Baca Juga: Apa Kabar Proyek DDT Manggarai-Jatinegara?

"Selain di dalam negeri ada potensi proyek di luar negeri. Waskita punya pengalaman baik di Timur Tengah dan ASEAN. Kami akan terus kembangkan karena sumber daya masih banyak di Timur Tengah dan kami akan kembangkan setelah pandemi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, (8/4/2021).

Waskita menilai, potensi pengembangan infrastruktur di negara-negara tersebut sangat besar setelah pandemi Covid-19 berakhir. Sebab, selama pandemi sejumlah proyek terhenti akibat terbatasnya mobilitas orang dan barang.

"Setelah pandemi kami melihat banyak negara yang akan mengembangkan infrastrukturnya," ujarnya.

Baca Juga: Jual Saham Tol Rp824 Miliar, Waskita: Peluang Investasi RI Tak Terhitung

Destiawan pun yakin, ekspansi bisnis Waskita nantinya akan turut membawa BUMN lainnya untuk berkolaborasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan devisa negara. "Kita tidak lakukan sendiri tapi kerjasama dengan BUMN yang punya bidang lain sehingga bisa meningkatkan sumber devisa Indonesia," katanya.

Untuk pasar dalam negeri, manajemen emiten tengah menawarkan 9 ruas jalan tol kepada investor sepanjang 2021. Secara agregat, ada 14 ruas jalan tol yang ditawarkan kepada investor.

Destiawan mencatat, upaya penawaran aset jalan tol tersebut seyogyanya dilakukan pada 2020 kemarin. Mengingat, adanya pandemi Covid-19, maka rencana tersebut baru direalisasikan tahun ini.

Transaksinya akan dilakukan melalui skema Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Meski begitu, Destiawan tidak menyebut berapa nilai yang ditargetkan dalam skema tersebut.

"Akibat pandemi ini, di 2020 ini harusnya ada lima ruas yang harus kami divestasi, tapi kami gagal karena para investor menunda, tahun ini kami merencanakan ada 9 ruas yang kami siap divestasikan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini