JAKARTA - PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) hari ini melakukan penawaran perdana umum atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang didirikan tahun 1993 ini menjadi perusahaan tercatat ke-13 yang melantai di Bursa tahun ini.
Emiten yang bergerak pada industri jasa konstruksi ini menawarkan sebanyak 160 juta lembar saham baru Perseroan atau 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga saham perdana senilai Rp125 per lembar. Dengan demikian, perseroan bakal mengantongi dana segar hingga Rp20 miliar.
Baca Juga: Fimperkasa Utama Resmi Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-13 Tahun Ini
Direktur Utama Fimperkasa Utama, Mohamad Mulky Thalib mengatakan, dana segar yang diperoleh dari hasil IPO tersebut sebagian besar digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembelian alat berat.
"Hal ini dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan FIMP dengan tujuan meraih perkiraan target pertumbuhan pendapatan Perseroan konsisten minimum sebesar 15% per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).
Keyakinan Perseroan akan laju pendapatan tersebut ditopang oleh Proyek yang telah diperoleh Perseroan maupun Project on the pipeline Perseroan tahun 2021 yang telah mencapai total sekitar Rp183,8 miliar, diantaranya Proyek Pembangunan PLTM Besai Kemu 2 x 3,5 MW, Proyek Pekerjaan pematangan Lahan (cut & fill), pembangunan unit Rumah tinggal di Ciangsana Bogor dan Condet, Jakarta Timur.
Bersamaan dengan penerbitan saham, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 40.000.000 lembar.
FIMP juga meraih oversubscribe permintaan hingga 21 kali porsi pooling dan hal ini diluar ekspektasi manajemen, dan tentunya hal ini menunjukkan bahwa minat dari pihak investor sangat tinggi untuk memperoleh saham FIMP.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.