Rekaman Percakapan Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Terungkap

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 320 2393823 rekaman-percakapan-pilot-sriwijaya-air-sj-182-terungkap-fVkdCjBgeT.jpg Investigasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Konstruksi berhasil mengunduh data kotak hitam atau black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182. Dari hasil download tersebut didapatkan rekaman percakapan penerbangan selama 2 jam termasuk percekapan penerbangan yang mengalami kecelakaan.

KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR, namun untuk di channel 4 pada CVR mengalami gangguan. Meskipun demikian, berdasarkan rekaman yang ada tersebut, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya nanti akan disampaikan dalam laporan akhir (final report).

“Sudah didownload, cuma saya belum mendengarkan semuanya. Saya mendengarkan sedikit karena saya cuma mau mastikan datanya ada atau tidak detailnya saya belum tahu,” ujar Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga: KNKT Punya Waktu Setahun Investigasi Penyebab Kecelakaan SJ-182

KNKT sudah melakukan beberapa rangkaian investigasi untuk menyelediki penyebab terjatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Berikut adalah rangkaian investigasi kecelakaan yang alami oleh PT.

Sriwijaya Air pada 9 Januari 2021 dalam rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak.

Pesawat ini menggunakan pesawat udara Boeing 737-500 registrasi PK-CLC nomor penerbangan SJ-182 dengan diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan 56 penumpang. Tiga hari pasca terjadinya kecelakaan yaitu pada tanggal 12 Januari 2021, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan dan hasil data yang telah diolah oleh KNKT telah diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report) pada tanggal 10 Februari 2021.

Sampai dengan berakhirnya proses pencarian para korban SJ-182 yang dipimpin oleh Basarnas pada tanggal 22 Januari 2021, CVR belum ditemukan. Untuk itu, KNKT melanjutkan proses pencarian CVR di sekitar area ditemukannya FDR.

Baca Juga: Begini Kondisi Memori CVR Sriwijaya Air SJ-182

Tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 14 Februari 2021, tim KNKT bersama dengan tim penyelam dari Pulau Pari (Kepulauan Seribu) melanjutkan pencarian CVR dengan pembuatan perimeter 50 x 50 meter di bawah air oleh para penyelam. Proses pencarian CVR juga melibatkan metode penyemprotan lumpur di sekitar penemuan FDR oleh para penyelam, namun demikian proses ini tidak mendapatkan hasil.

Ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam pencarian CVR ini. Salah satu yang menjadi kendala utama dalam proses pencarian CVR ini adalah cuaca dan jarak pandang yang terbatas di bawah air.

Meskipun begitu, tanggal 15 sampai dengan 21 Februari 2021, tim penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air TNI AL (Dislambair TNI AL) bergabung dalam tim penyelam. Proses pencarian masih dengan menggunakan metode visual.

Namun sayangnya pencarian ini juga tidak mendapatkan hasil karena kendala cuaca dan jarak pandang di bawah air. Tanggal 22 Februari sampai dengan tanggal 12 Maret 2021, tim KNKT berkoordinasi dengan pihak PT Sriwijaya Air untuk penggunaan metode penyedotan lumpur atau Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) oleh kapal King Arthur 8 yang saat itu masih berada di Teluk Lamong (Pacitan) Jawa Timur.

Sebelum pelaksanaan penyedotan lumpur, tim penyelam yang dipimpin oleh KNKT melaksanakan penyelaman untuk pembersihan area dengan mengangkat puing-puing pesawat yang terlihat. Sekaligus juga melakukan pencarian dengan metode visual.

Kemudian pada tanggal 15 Maret 2021, tim penyelam (termasuk penyelam dari Pulau Pari dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu) melaksanakan pembersihan area. Selanjutnya pada tanggal 25 Maret 2021, kapal TSHD King Arthur 8 sampai di perarian pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Mulai tanggal 25 Maret 2021 pencarian CVR dilakukan dengan cara penyedotan lumpur oleh kapal TSHD King Arthur 8 dengan area yang diperbesar yaitu 90 x 90 meter. Tanggal 30 Maret 2021 jam 20.05 WIB, CVR tersedot dari bawah air dan ditemukan di penampungan serpihan kapal TSHD King Arthur 8.

Hingga saat ini, proses investigasi masih terus dilakukan oleh tim KNKT disertai dengan proses penelitian yang mendetail. KNKT menegaskan bahwa setelah ditemukannya semua bagian black box ini memberikan titik terang untuk dapat mengusut penyebab terjadinya kecelakaan yang meluluhlantakkan seluruh isi pesawat agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak kembali terulang di kemudian hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini