JAKARTA - Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) akan berdampak ke perekonomiann karena erat kaitannya dengan konsumsi rumah tangga (RT).
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dengan bertambahanya pendapatan yang siap dibelanjakan akan menstimulus beragam kelompok pendapatan masyarakat untuk melakukan konsumsi.
"Hal ini tentu akan bermuara terhadap peningkatan konsumsi RT selama momentum Lebaran nanti. Kondisi yang akan ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II nanti," ujar Yusuf kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (14/4/2021).
Baca Juga: 'Serbu' Istana, Buruh Bongkar Pengusaha yang Tak Taat Bayar THR
Dia mengatakan, tentu dampak ke perekonomiannya akan lebih besar jika THR diberikan secara penuh dan tepat waktu, karena umumnya momentum lebaran akan mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi.
"Semakin banyak THR yang diterima semakin banyak juga potensi konsumsi yang akan dibelanjakan di momentum Lebaran nanti," terang Yusuf.
Meskipun demikian, lanjut dia, perlu diakui bahwa tentu kebijakan ini akan cukup menantang untuk diterapkan bagi beberapa sektor.
"Khususnya sektor-sektor yang akan terdampak pada kebijakan larangan mudik oleh pemerintah seperti misalnya jasa perhotelan dan juga transportasi," pungkas Yusuf.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.