Masyarakat Butuh Stimulus Bukan Kenaikan Tarif Listrik!

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 320 2394653 masyarakat-butuh-stimulus-bukan-kenaikan-tarif-listrik-THA08oVYnz.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai kenaikan tarif listrik di tengah pandemi sesungguhnya tidak tepat waktu.

"Di tengah pandemi Covid-19 saat ini masyarakat menengah ke bawah dan dunia usaha justru terdampak negatif," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (14/4/2021).

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikan tarif listrik pada kuartal III-2021 atau mulai 1 Juli tahun 2021. Meski begitu, penyesuaian tarif listrik masih dipertimbangkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Tarif Listrik Naik per Juli 2021, Sosialisasi ke Masyarakat Dimulai 

Menurut Piter, kenaikan tarif listrik justru menjadi beban bagi industri maupun masyarakat. Pada saat seperti ini, masyarakat butuh stimulus dan keringanan dalam menjalankan usaha.

"Mereka justru mengharapkan bantuan dari pemerintah termasuk kemudahan atau potongan biaya listrik," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari mengatakan, tarif listrik akan mengalami penyesuaian, namun dia enggan menjelaskan lebih jauh berapa perkara besaran atau persentase kenaikan tersebut.

Terkait persentase tarif, pihak Kementerian ESDM akan memaparkan pada saat sosialisasi berlangsung nantinya. "Akan ada sosialisasi terkait hal ini, belum bisa info detilnya. Untuk itu ditunggu sosialisasi saja ya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini