Maaf, Tak Semua Penerima BLT UMKM 2020 Dapat Lagi Tahun Ini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395212 maaf-tak-semua-penerima-blt-umkm-2020-dapat-lagi-tahun-ini-xHTKOFVrTm.jpg BLT UMKM Cair. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tak seluruh pedagang yang sebelumnya mendapat BLT UMKM 2020 dapat menerima Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun ini. Pasalnya, akan dilakukan penyaringan oleh seluruh Dinas Koperasi dan UKM di masing-masing daerah.

Seperti diketahui, BLT UMKM pada tahun 2020 diberikan sebesar Rp2,4 juta per pedagang. Total yang menerima dana segar tersebut sebanyak 12 juta pelaku UMKM.

Baca Juga: Dapat 2 Kali, Pelaku Usaha Dapat BLT UMKM Rp3,6 Juta

"Tapi tidak semua (mendapatkan BLT UMKM) karena di cleansing ulang," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone, Kamis (15/4/2021).

Meski begitu, mereka yang ingin mendapatkan BLT UMKM tak perlu lagi melakukan daftar ulang kembali ke Dinas Koperasi dan UKM.

Baca Juga: Akses eform.bri, Cara Cek Nama Penerima BLT UMKM

"Usulan lama dan yang pernah menerima, kalau sesuai kriteria bisa diusulkan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk BLT UMKM pada tahun ini. Program BLT UMKM untuk 12,8 juta pelaku usaha mikro memiliki anggaran sebesar Rp15,36 triliun.

Untuk tahap I, telah tersedia anggaran sebesar Rp11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro.

Sebagai informasi, kini proses pengusulan BLT UMKM tahun 2021 dilakukan 1 pintu melalui dinas yang membidangi koperasi dan UKM kabupaten/kota yang selanjutnya disampaikan oleh dinas kabupaten/kota ke dinas yang membidangi koperasi dan UKM provinsi untuk dilanjutkan ke Kementerian Koperasi dan UKM bagian Deputi Bidang Usaha Mikro.

Bagi Anda yang memiliki usaha dan ingin mendapatkan BLT UMKM itu diharapkan untuk membaca segala persyaratan dan berkas untuk mendapatkan dana segar tersebut.

Adapun syarat untuk menerima BLT UMKM ini adalah sebagai berikut:

1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Memiliki Usaha Mikro

4. Bukan ASN, TNI/Polri, serta pegawai BUMN/BUMD

5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR

6. Bagi pelaku Usaha Mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini